Breaking News:

Bupati Remigo Berutu Usung Strategi Baru untuk Memajukan Pendidikan di Pakpak Bharat

Ini jadi tantangan bagi kami. Apalagi kurikulum saat ini hanya mendukung buku atau bahan bacaan yang cetak.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Mustaqim
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (kanan) dan istri yang juga Bunda PAUD Kabupaten, Made Tirta Kusuma Dewi. (Tribun-medan.com/ Mustaqim) 

Baca: Tak Mau Akui Jackie Chan Sebagai Ayahnya, Etta Ng Jadi Tunawisma dan Tidur di bawah Jembatan

Padahal, peran orangtua sangat penting dalam pembentukan moral, intelegensia dan lainnya, ketika anak berada di lingkungan keluarga.

"Upaya kami, yaitu mengundang orangtua ke sekolah atau ke PAUD membacakan buku-buku yang bermanfaat. Orangtua juga harus menerapkan hal yang sama ketika anak berada di rumah," katanya.
Sehingga, menurutnya, momen Hardiknas ini adalah waktu yang tepat untuk mencanangkan Gernas Baku kepada masyarakat Pakpak Bharat.

Pendidikan dan Kebudayaan

Remigo, selaku pembina upacara dalam rangka memperingati Hardiknas, kemarin, membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy.

Dalam amanatnya, Muhajir mengharapkan, ada kolaborasi dunia pendidikan dengan kebudayaan di setiap daerah di Indonesia. Remigo setuju dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, pendidikan dan kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan.

"Saya sepakat dengan amanat Pak Menteri, yaitu kolaborasi pendidikan dan kebudayaan. Di Pakpak Bharat pendidikan sudah selesai, karena ada institusi formal mulai dari tingkat SD hingga SMA untuk tempat belajar. Untuk kebudayaan sudah kita kedepankan di pendidikan muatan lokal, sehingga anak mengetahui sejarah budaya, bahasa, tarian dan lagu daerahnya," ujarnya.

Selain itu, Pemkab Pakpak Bharat juga tengah mengembangkan pendidikan informal dengan memberdayakan sanggar untuk masyarakat, khususnya generasi muda.

"Banyak kelompok tari, kelompok budaya yang sudah dibina pemerintah dan diharapkan tumbuh dan mandiri. Sehingga ke depan, beban APBD kita bisa berkurang, tapi tanpa mengurangi penyebaran atau pendalaman budaya di masyarakat," ungkapnya.

Pemkab Pakpak Bharat juga akan terus mendukung program kompetisi ilmiah, olahraga dan budaya demi memacu prestasi siswa-siswi di kabupaten tersebut.

"Ya, kita akan terus buat perlombaan science, perlombaan olahraga dan pelombaan budaya, supaya anak-anak kita terpacu intelegensia dan bakatnya," katanya.

(cr8)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved