Breaking News:

Bupati Remigo Berutu Usung Strategi Baru untuk Memajukan Pendidikan di Pakpak Bharat

Ini jadi tantangan bagi kami. Apalagi kurikulum saat ini hanya mendukung buku atau bahan bacaan yang cetak.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Mustaqim
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu (kanan) dan istri yang juga Bunda PAUD Kabupaten, Made Tirta Kusuma Dewi. (Tribun-medan.com/ Mustaqim) 

TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu mengharapkan seluruh guru di daerahnya mampu mengejar ketertinggalan di bidang teknologi. Hal tersebut ia sampaikan usai upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan pencanangan Gerakan Nasional Baca Buku (Gernas Baku) di Lapangan Napasengkut, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (2/5).

Remigo tidak memungkiri, dengan terus berkembangnya teknologi, membuat bahan bacaan yang sebelumnya berupa buku cetak, kini mulai beralih ke dunia digital.

Sehingga menjadi tantangan bagi Pemkab Pakpak Bharat untuk mencetak tenaga pendidik yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.

"Ini jadi tantangan bagi kami. Apalagi kurikulum saat ini hanya mendukung buku atau bahan bacaan yang cetak. Untuk menambah literasi guru, saya tuntut terus mereka bisa menggunakan media elektronik yang sudah sangat marak," katanya.

Baca: Astaga, Murid TK Diculik Naik Sepeda Motor lalu Dirudapaksa di Kamar Mandi Rumah Ibadah

Baca: Tragis, Eks Model Cantik nan Menawan Ini Meninggal karena Kudis yang Menggerogotinya

Baca: 6 Fakta Mengerikan di Balik Pembuatan Drama Korea yang Terlihat Indah

Baca: Fans Manchester United Memohon agar Cristiano Ronaldo Ganyang Liverpool di Final Champions

Baca: Gunting Menempel di Dada Pasien yang Meninggal, Direktur Rumah Sakit Akhirnya Angkat Bicara

Baca: 20 Foto Menakjubkan yang Tak Sengaja Diambil sebelum Malapetaka Terjadi

Ke depan, guru-guru di Kabupaten Pakpak Bharat diharapkan mulai mencari bahan ajar dari buku-buku digital demi memberi pengetahuan yang seluas-luasnya untuk para siswa.

Selain itu, sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Salak dan Kecamatan Kerajaan di Kabupaten Pakpak Bharat didorong untuk menerapkan sistem pengajaran dengan menggunakan metode informatika.

"Beberapa sekolah juga telah kita dorong penggunaan sistem informatika secara masif. SMP di Salak dan Kerajaan sudah kita dorong menggunakan fasilitas laboratorium komputer, proses belajar mengajar menggunakan internet, dan sebagainya," ujarnya.

Baca: Ingat Heboh Pernikahan Pemuda dan Nenek Rohaya, Kabar Terbaru Keduanya Bikin Melongo

Baca: 7 Bulan usai Denis Kancil Meninggal Dunia, Tak Disangka Begini Kondisi Terkini Makamnya

Baca: Tragis, Eks Model Cantik nan Menawan Ini Meninggal karena Kudis yang Menggerogotinya

Baca: Mengejutkan, Perempuan Ini Merasa Sangat Sakit, Ternyata Ada 14 Ekor Cacing Gelang Bersarang

Baca: Deretan Selebriti yang Memutuskan Menikah Meski Beda Agama

Baca: Kala Duo Serigala Pijat Hotman Paris, Netizen Utarakan Kejijikannya

Hardiknas tahun ini merupakan momentum untuk memasyarakatkan membaca. Apalagi pencanangan Gernas Baku di Kabupaten Pakpak Bharat melibatkan orangtua siswa.

"Tujuan kita mulai menerapkan Gernas Baku ini agar masyarakat atau orangtua turut serta memajukan pendidikan anak-anak di Pakpak Bharat," kata Remigo.

Ia menambahkan, anak usia sekolah selama ini hanya mendapat pendidikan melalui pengajaran di bangku sekolah formal.

Baca: Ini Dia Sosok Pria di balik Nama Lebah Ganteng, Penulis Subtitle yang Populer di Indonesia

Baca: Penuh Derai Air Mata, Inilah 10 Momen Mengharukan Pengajian jelang Pernihan Raditya Dika

Baca: Lakukan Operasi di Korea Selatan, Perubahan Drastis 7 Orang Ini Bikin Pangling

Baca: Fadli Zon dan Adian Napitupulu Saling Tuding, Begini Tindakan Tegas Karni Ilyas

Baca: Driver Ojol Ini Kaget, Ternyata Ia membonceng Bos Gojek, Wajah Pucatnya Jadi Sorotan

Baca: Tak Mau Akui Jackie Chan Sebagai Ayahnya, Etta Ng Jadi Tunawisma dan Tidur di bawah Jembatan

Padahal, peran orangtua sangat penting dalam pembentukan moral, intelegensia dan lainnya, ketika anak berada di lingkungan keluarga.

"Upaya kami, yaitu mengundang orangtua ke sekolah atau ke PAUD membacakan buku-buku yang bermanfaat. Orangtua juga harus menerapkan hal yang sama ketika anak berada di rumah," katanya.
Sehingga, menurutnya, momen Hardiknas ini adalah waktu yang tepat untuk mencanangkan Gernas Baku kepada masyarakat Pakpak Bharat.

Pendidikan dan Kebudayaan

Remigo, selaku pembina upacara dalam rangka memperingati Hardiknas, kemarin, membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy.

Dalam amanatnya, Muhajir mengharapkan, ada kolaborasi dunia pendidikan dengan kebudayaan di setiap daerah di Indonesia. Remigo setuju dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, pendidikan dan kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan.

"Saya sepakat dengan amanat Pak Menteri, yaitu kolaborasi pendidikan dan kebudayaan. Di Pakpak Bharat pendidikan sudah selesai, karena ada institusi formal mulai dari tingkat SD hingga SMA untuk tempat belajar. Untuk kebudayaan sudah kita kedepankan di pendidikan muatan lokal, sehingga anak mengetahui sejarah budaya, bahasa, tarian dan lagu daerahnya," ujarnya.

Selain itu, Pemkab Pakpak Bharat juga tengah mengembangkan pendidikan informal dengan memberdayakan sanggar untuk masyarakat, khususnya generasi muda.

"Banyak kelompok tari, kelompok budaya yang sudah dibina pemerintah dan diharapkan tumbuh dan mandiri. Sehingga ke depan, beban APBD kita bisa berkurang, tapi tanpa mengurangi penyebaran atau pendalaman budaya di masyarakat," ungkapnya.

Pemkab Pakpak Bharat juga akan terus mendukung program kompetisi ilmiah, olahraga dan budaya demi memacu prestasi siswa-siswi di kabupaten tersebut.

"Ya, kita akan terus buat perlombaan science, perlombaan olahraga dan pelombaan budaya, supaya anak-anak kita terpacu intelegensia dan bakatnya," katanya.

(cr8)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved