Seminggu Sebelum Kecelakaan, Eko Sempat Kabarkan Ibu Tak Pulang Lebaran Ini

Eko Prasetya (25) korban laka lantas yang Mobil Pajero di Jalan Setia Budi Pasar 2, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan

Seminggu Sebelum Kecelakaan, Eko Sempat Kabarkan Ibu Tak Pulang Lebaran Ini
Yetti (jibab putih) saat ditemui usai memakamkan anaknya, Eko Prasetya korban laka lantas di Dusun Bukit Bayu, Kawasan PTPN IV Kebun Sawit Unit Bahjambi, Kabupaten Simalungun, Sabtu (5/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Eko Prasetya (25) korban laka lantas yang Mobil Pajero di Jalan Setia Budi Pasar 2, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang telah dimakamkan di kampung halamannya, kemarin.

Eko Prasatya dimakamkan di Dusun Bukit Bayu, Kawasan PTPN IV Kebun Sawit Unit Bahjambi, Kabupaten Simalungun, Sabtu (5/5/2018).

Saat tribun-medan.com mendatangi rumah duka tampak teratak masih terpasang di teras rumah. Para ibu masih berdatangan ke rumah duka. Mereka bersiap untuk melaksanakan kegiatan takziyah di teras rumah.

Ibu Eko, Yeti mengaku sudah ikhlas kepergian anak bungsunya tersebut. Yeti yang mengenakan jibab putih dengan pakaian daster hijau tak ingin lagi mencari tahu penyebab pasti kematian anak ke tiganya itu.

Yeti meminta doa kepada seluruh kerabat agar anaknya ditempatkan di surga. Beberapa kali mengusap air mata, Yeti menceritakan terakhir mendengar kabar anaknya seminggu lalu. Saat itu, Eko menelfon meminta izin agar tak pulang kampung lebaran ini.

"Dia nelfon saya bilangkan, mamak sehat kan? Kalau saya gak pulang pas lebaran ini gak papa kan, mak?Saya jawab, kenapa begitu nak?,"kata Yeti kemudian menutup wajahnya mencoba melawan rasa sedih.

Yeti mengaku tak punya firasat bahwa anaknya yang lahir 2 Oktober 1993 ini tidak lagi bersamanya melewati hari lebaran.

"Saya gak ada punya firasat apa-apa ketika dia bilang begitu. Saya percaya saja dia baik-baij selalu,"katanya.

Yeti menjelaskan saat Eko di Kota Medan hingga lulus di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Flora tinggal di rumah kakak sepupunya.

"Dia kalau pergi selalu permisi, gak pernah asal nyelonong aja. Karena dia ini orangnya baik dan sopan. Cobalah tanya tetangga-tetangga di sini,"tambah ibu tiga anak ini.

Seperti diketahui, Eko merupakan satu dari lima korban kecelakaan lalu-lintas di Jalan Setia Budi, Medan, Jumat (4/5/2018) sekitar pukul 01.30 dini hari. Mobil Pajero yang ditumpangi Eko menabrak pagar rumah zakat. Hantaman dengan sebuah rumah terlihat sangat kuat.

Dalam insiden ini dua orang meninggal dunia dan tiga luka-luka. Kepolisian menduga kecelakaan ini terjadi lantaran korban mencoba menghindari sebuah mobil.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved