Soal Rekaman Ajakan Mendukung Calon Kepala Daerah, KNPI akan Laporkan Sekretaris Disdik

Pokja Humas KNPI Sumut akan melaporkan rekaman diduga suara Sekretaris Disdik Sumut itu ke Inspektorat Pemprovsu.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Kotak suara Pilkada 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus rekaman salah satu pejabat Pemprovsu yang mengajak ASN memilih paslon Gubsu berbuntut panjang dan dinilai sebagai pelanggaran.

Pokja Humas KNPI Sumut, Ika Anshari, mengatakan KNPI akan mengambil tindakan dan akan melaporkan rekaman diduga suara Sekretaris Disdik Sumut Rifai Bakri Tanjung itu ke Inspektorat Pemprovsu.

"Kita sedang merampungkan laporan dan alat bukti rekamannya. Besok pagi kita laporkan ke inspektorat," kata Ika Anshari, Senin (7/5/2018).

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan informasi terkait beredarnya rekaman diduga Rifai Bakri Tanjung yang mengajak ASN untuk memilih pasangan Calon Djarot-Sihar pada Pilgubsu 2018.

"Kami telusuri percakapan dalam rekaman itu, yang diduga dilakukan di salah satu ruangan SKPD Pemkab Batubara. Hal itu diperkuat dengan rekaman yang juga mengajak agar ASN memilih Cabup Zahir pada Pilkada Batubara nanti," ungkapnya.

"Kalau Batubara kita semua ke Pak Zahir. Saya enggak mau mendengar macam-macam, semua bermuara ke Pak Zahir" di antara isi percakapan dalam rekaman tersebut.

Sementara itu, pengamat politik Unimed, Dr Bachrul Khair Amal mendorong Bawaslu Sumut segera menindaklanjuti kasus tersebut.

"Alat bukti sudah banyak beredar luas. Jika itu benar suara Sekretaris Disdik Sumut maka ada dua aturan yang dilanggar," kata Bachrul.

"Memang Sekretaris Disdik Sumut sudah membantah rekaman itu, tapi Bawaslu harus memanggil dan memintai keterangannya di bawah sumpah janji," kata Bachrul.

Sementara Komisioner Bawaslu Sumut Aulia Andri dalam sebuah komentarnya di media sosial akan segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Sebelumnya, saat di konfirmasi, Rifai membantah bahwa suara yang ada di rekaman tersebut adalah dirinya.

"Tidak benar itu, jangan percaya kali sama rekaman itu," kata Rifai, Senin (7/5/2108).

Lebih lanjut, Rifai menuturkan bahwa dirinya saat ini sedang berada di luar kota dan belum bisa untuk ditemui terkait kabar tersebut.

"Tidak usah diungkit lagi lah, semuanya bohong tu." ujarnya menyangkal. (cr9/tribun-medan.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved