Liputan Eksklusif

Korban Banyak, Tapi Malu Laporkan Calo Pegawai Honorer

Jumlah korban yang menyetorkan uang jutaan rupiah kepada calo honorer yang marak di Deliserdang diperkirakan telah mencapai puluhan orang.

Korban Banyak, Tapi Malu Laporkan Calo Pegawai Honorer
Tribun Medan
Ilustrasi Calo Honorer 

TRIBUN-MEDAN.com-Jumlah korban yang menyetorkan uang jutaan rupiah kepada calo honorer yang marak di Deliserdang diperkirakan telah mencapai puluhan orang.

Mereka diming-imingan mendapat pekerjaan sebagai honorer, tangga menuju pegawai negri sipil/aparatur sipil negara. Namun rupanya penipuan. Walau banyak, sebagian korban malu membuka kasus ini.

Setelah terungkap borok sindikat, para korban pun protes dan meminta uang yang diserahkan agar dikembalikan. Besarnya uang berkisar Rp 10 juta - Rp 15 juta per orang. Protes itu membuat sindikat penipuan panik.

Kawanan penipu calo honorer antara lain melibatkan bebera nama yakni Iwan Sanjaya, Waluyo, Senen Supriyono, Karmin, Sujud, Jasmani dan Agus.

Baca: Calo Pegawai Honorer Marak Pungut Rp 15 Juta, Janjikan Kerja di Pemkab Deliserdang

Sindikat ini kemudian membuat surat pernyataan tertanggal 4 April 2018, yang isinya menyatakan pengumuman penerimaan pegawai honorer ditunda karena masalah internal.

Dalam surat itu dituliskan, pemohon yang ingin membatalkan niat menjadi pegawai honorer bisa mengambil uangnya pada 15-25 April di Kantor Bupati Deliserdang.

Surat ini dibuat oleh Iwan Sanjaya dengan saksi-saksi, antara lain Waluyo, Senen Supriyono, Karmin, Sujud, Jasmani dan Agus. Masing-masing nama membubuhkan paraf lengkap dengan materai 6.000.

Surat pernyataan ini diduga dibuat sekadar membuat tenang pemohon yang telah menyetorkan uang yang masing-masing besarannya Rp 10 juta sampai Rp 15 juta.

"Menghubungi Karmin sulit, tak diangkat telepon. Kalau pakai nomor orang lain selalu diangkat. Mereka minta bersabar," kata MRO, satu korban penipuan yang sudah menyetor uang Rp 13 juta.

Sedangkan, Senen, menurut dia tidak ada kabar. MRO mengatakan tidak mengetahui nomor ponsel Senen, karena karena selama ini selalu ditemani Karmin. Senen hanya bertemu saat ia dan pemohon lain menyerahkan uang.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved