Korupsi Soundsystem dan Mesin Tik Dinas Pendidikan, Kejari Terbitkan DPO ke Direktur ACL

Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar membenarkan, penyidik telah mengeluarkan surat DPO terhadap Dodi Asmara

Korupsi Soundsystem dan Mesin Tik Dinas Pendidikan, Kejari Terbitkan DPO ke Direktur ACL
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Kejari Binjai Victor Antonius Saragih 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Kejaksaan Negeri Binjai, melalui Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus) telah menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar tahun anggaran 2011. Tersangka diketahui Dodi Asmara, rekanan Dinas Pendidikan yang merupakan Direktur CV Aida Cahaya Lestari (ACL), Kamis (10/5/2018)

Kepala Kejari (Kajari) Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar membenarkan, penyidik telah mengeluarkan surat DPO tersebut. Dijelaskannya, bahwa Dodi Asmara tidak kooperarif dan sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik.

"Penyidik telah keluarkan surat DPO. Kami juga sudah kordinasi hal ini ke Kejati Sumut" kata Victor.

Selain mengeluarkan surat DPO, tersangka yang merupakan rekanan pelaksana pengadaan barang itu juga sudah dicekal untuk keluar negeri. Menurut Kajari, penyidik sudah berupaya mengendus keberadaan yang bersangkutan beserta aset-asetnya.

"Tersangka yang satu lagi dari PPK kooperatif," kata Victor.

Diketahui, ada dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini, namun sejauh ini belum ditahan penyidik. Victor menambahkan, pihaknya juga sudah meminta bantuan kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Sumut guna mendapat kerugian negara dari auditor yang independen.

"Hasil audit (kerugian negara) yang Rp200 juta itu merupakan hasil dari hitungan jaksa. BPKP Sumut akan mengundang kita (Kejari Binjai) terkait surat permohonan kami, sudah mendapat balasan, Minggu depan itu, (undangannya)," ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik menetapkan dua tersangka masing-masing Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan pelaksana pengadaan barang, Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara. Penyidik menetapkan mereka tersangka pada 28 Maret 2018 silam.

Dugaan penyelewengan pada pengadaan sound sistem dan mesin tik fiktif yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Binjai bersumber dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Sekitar 10 kepala sekolah juga sudah diperiksa sebagai saksi.

Bahkan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Ismail Ginting yang saat itu menjabat Sekretaris Disdik pun pernah memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik sebagai saksi pada Rabu akhir Maret silam

Beredar kabar, Ismail Ginting sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik. Namun hal itu ditepis Kasi Pidsus Kejari Binjai, Hery P Situmorang yang menyebut Ismail masih sebatas saksi.

"Belum, masih sebagai saksi (Ismail). Tapi tak menutup kemungkinan juga ada tersangka baru," kata Hery.(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved