Mako Brimob Rusuh

Mako Brimob Masih Mencekam Dikuasai 40 Napi Teroris hingga Bripka Iwan Berhasil Dibebaskan

Suasana di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sepanjang hari ini masih mencekam. Polisi menjaga ketat area di sekitar markas

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Warta Kota/Adhy Kelana
Polisi berjaga di depan Mako Brimob dan melarang warga melintas. 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Suasana di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sepanjang hari ini masih mencekam. Polisi menjaga ketat area di sekitar markas, termasuk memblokade jalan di depannya dari lalu lintas umum.

Polisi berjaga di depan Mako Brimob dan melarang warga melintas.
Polisi berjaga di depan Mako Brimob dan melarang warga melintas. (Warta Kota/Adhy Kelana)
Mako Brimob
Polisi memblokade akses jalan menuju Mako Brimob, Kelapa Dua Depok. (Warta Kota/Adhy Kelana)
Ambulans yang membawa korban kerusuhan di Mako Brimob keluar dari dalam markas.
Ambulans yang membawa korban kerusuhan di Mako Brimob keluar dari dalam markas. (Warta Kota/Adhy Kelana)
Mako Brimob
Mako Brimob (Warta Kota/Adhy Kelana)
Polisi berjaga di sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Polisi berjaga di sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. (Warta Kota/Adhy Kelana)

Dua serangan teroris terjadi saat Kapolri Jenderal Tito Karnavian masih dalam kunjungan kerja ke luar negeri.

Kapolri Tito berada  Yordania untuk menghadiri pameran industri strategis dan pertahanan keamanan Special Operation Force Exhibition and Conference (SOFEC) ke-12 di Amman, Yordania, saat terjadi kerusuhan di Rutan  Mako Brimob, Depok, yang didalangi napi teroris.

Kapolri langsung bersiap pulang ke Tanah Air begitu mendengar insiden tersebut.

Tito dan rombongan melakukan kegiatan kunjungan kerja di Yordania pada 7-10 Mei 2018.

Sejumlah petinggi Polri, seperti Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Krishna Murti dan Kadiv Hubinter Polri Irjen HS Maltha, turut mendampingi Kapolri dalam kunjungan tersebut.

Saat ini tiga blok sel tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, sudah dikuasai oleh narapidana teroris.

Tiga blok yang sudah dikuasai oleh narapidana adalah blok A, B, dan blok C.

 
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Etyo Wasisto mengatakan, narapidana yang menguasai tiga blok tersebut memiliki senjata api.

"Tiga blok tersebut sudah dikuasai oleh para narapidana, mereka memiliki senjata api dan senjata tajam," kata Setyo di Markas Polisi Satwa, Cimanggis, Depok, Rabu (9/5/2018).

Ia juga menuturkan, saat ini para narapidana di tiga blok tersebut, bebas berkeliaran di luar sel tahanannya.

Untuk memberikan makanan kepada sandera Bripka Iwan Sarjana, petugas tidak bisa memberikannya secara langsung.

Hal ini dikarenakan narapidana bersenjata tidak membiarkan ada polisi yang masuk, dan mengancam akan menembak sandera. 

Dibebaskan

Namun kabar terakhir, polisi berhasil membebaskan Bripka Iwan

Polisi yang disandera kelompok teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Bripka Iwan Sarjana berhasil dibebaskan. 

"Bripka Iwan berhasil dibebaskan dan langsung dibawa ke RS Polri Keramat Jati untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan," tutur Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Kamis (10/5/2018) dini hari.

Iwan disandera sejak Selasa (8/5/2018) malam. Saat dibebaskan, Iwan dalam kondisi terluka di beberapa bagian tubuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lima polisi gugur dan seorang teroris tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Hingga saat ini kelompok teroris yang diperkirakan berjumlah 30-40 orang masih menguasai enam blok rumah tahanan tersebut.

Sumber: Warta kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved