Di Sumut, 3 Lapas Tempat Teroris Dibina Dijaga Ketat Kepolisian dan Sipir
Seluruh Kalapas dan Karutan di jajaran Kanwil Sumut Kemenkumham, diminta agar berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polres memperketat pengawasan.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Sumatera Utara Kementerian Hukum dan HAM, mengintruksi tegas kepada seluruh Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan untuk tetap siaga.
Seluruh Kalapas dan Karutan di jajaran Kanwil Sumut Kemenkumham, diminta agar berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polres memperketat pengawasan.
Pengawasan dan penjagaan ketat dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa, seperti kericuhan narapidana teroris yang terjadi di Rutan Salemba Cabang Kelapa 2 di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut, Hermawan Yunianto, mengatakan setiap Lapas dan Rutan yang ada narapidana teroris, mereka sudah membangun koordinasi secara intensif dengan Polres setempat.
"Kita akui kejadian di Rutan Salemba Cabang Kelapa 2 di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, berimbas kabarnya ke daerah-daerah lain," kata Hermawan, Jumat (11/5/2018).
"Meskipun untuk Sumut, hanya tinggal 5 sampai 6 narapidana teroris lagi yang ditahan di Lapas dan Rutan, tapi kita akan tetap lakukan penjagaan ketat. Terhadap Para narapidana kasus teroris yang ditahan saat ini terdapat di Labuhan Ruku, Panyabungan dan Rutan Perempuan," tegasnya.
(cr9/tribun-medan.com).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rutan_20180511_113818.jpg)