Breaking News:

Pilpres 2019

Sah! Partai Idaman Usung Rhoma Irama Jadi Calon Wakil Presiden, Koalisi dengan PAN

Koalisi Partai Idaman dengan PAN serta penetapan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pilpres 2019

Editor: Salomo Tarigan
ISTIMEWA
Rhoma Irama 

TRIBUN-MEDAN.COM - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II Partai Idaman diungkapkan Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama merumuskan dua hal.

Koalisi Partai Idaman dengan PAN serta penetapan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

"Salah satu agenda hari ini adalah Mukernas merekomendasikan, pertama, bergabungnya Partai Idaman ke PAN. Kedua, merekomendasi Rhoma Irama, Ketua Umum sebagai Cawapres tahun 2019. Insya Allah akan direkomendasikan," ungkap Rhoma disambut tepuk tangan kader Partai Idaman usai membuka Mukernas II di Hotel Royal Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (11/5/2018) malam.

Baca: 7 Fakta Meninggal Sujud Kiai Sholeh Qosim dan Presiden Jokowi Cium Tangan saat Bertemu

Baca: Ulik Fakta Teroris Pakai Pisau Beracun Habisi Nyawa Bripka Marhum, Anak Dipersiapkan Jadi Polisi

Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama didampingi pengurus Partai Idaman saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II Partai Idaman di Hotel Royal Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (11/5/2018) malam. Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, strategi politik telah ditetapkan Partai Islam Damai Aman (Idaman). Partai berlambang cinta itu sepakat berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama didampingi pengurus Partai Idaman saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II Partai Idaman di Hotel Royal Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (11/5/2018) malam. Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, strategi politik telah ditetapkan Partai Islam Damai Aman (Idaman). Partai berlambang cinta itu sepakat berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN). (Warta Kota/Dwi Rizki)

Sementara itu, terkait penggabungan Partai Islam Damai Aman (Idaman) dengan Partai Amanat Nasional (PAN) ditegaskannya bukan merupakan fusi. Penggabungan berupa koalisi jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Bukan fusi, kita koalisi. Tidak melebur, Idaman tetap eksis, PAN tetap eksis. Kita bekerja sama dalam koalisi," ungkapnya.

Sedangkan alasan penggabungan disebutkannya berdasarkan kesepakatan kader Partai Idaman yang sangat terbuka terhadap partai politik mana pun. Sementara, alasan mengapa pihaknya tertarik bergabung lantaran PAN dinilai seirama dengan visi dan misi Partai Idaman.

"Partai Idaman terbuka berkoalisi dengan partai mana pun, dengan catatan seirama-senada di dalam perpolitikan nasional kita. Akhirnya beberapa parpol komunikasi dengan saya, maka akhirnya PAN-lah yang ternyata, katakanalah lebih tepat, lebih pas, lebih seirama di dalam menentukan kerja sama kita," tutupnya menambahkan.

*Tautan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved