Jemaat Santo Yoseph Minta Tidak Takut Ibadah di Gereja
Misnan Barus, Jemaat Gereja Katolik Santo Yoseph, Jalan Dr Masyur merasa was-was mendengar informasi meledaknya
Laporan wartawan Tribun Medan/ Joseph Wesly Ginting's
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI-Misnan Barus, Jemaat Gereja Katolik Santo Yoseph, Jalan Dr Masyur merasa was-was mendengar informasi meledaknya bom bunuh diri di GKI Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5/2018).
"Ada perasaan was-was juga sebagai manusia. Apalagi gereja kita ini dulu pernah mendapat teror kemananan sehingga melukai pastor yang sedang bertugas," katanya seusai ibadah misa pagi.
Namun, Misnan meminta jemaat tidak takut untuk berpindah di Gereja. Katanya, walau pun manusia yang berencana namun Tuhan lah yang menentukan segalanya.
"Tetap lah beribadah di gereja. Tidak hanya takut. Kalau Tuhan tidak berkendak maka bom atau apapun tidak akan meledak. Jangan gara-gara bom tidak gereja," katanya.
Untuk memberikan rasa aman dan meminimalisir tidak terulangnya peristiwa teror keamanan di Gereja Santo Yoseph, pihak gereja katanya akan menggunakan jasa security berseragam.
(Wes/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wiwi_20180513_132344.jpg)