Djarot dan Kakaknya Saling Buka Rahasia Masa Kecil
Sentot Imam Basuki sang kakak dari Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat bercerita kisah lucu sang adiks
Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sentot Imam Basuki sang kakak dari Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat bercerita kisah lucu sang adik, saat masih anak-anak.
Siapa sangka? Djarot yang populer saat ini ternyata memiliki perangai jahil pada masa kecilnya dan senang memelihara kambing.
"Djarot itu dibelikan kambing yang kurus oleh ayah dan disuruh pelihara. Dia berhasil melihara yang tadinya kurus, menjadi gemuk," ujar Sentot, Selasa (16/5/2018).
Jika ia diberikan ayam oleh ayahnya,kata Sentot, Djarot dibelikan kambing kurus yang harganya murah.
"Ya tahu sendirilah ayah kami kan pas-pasan, nah Djarot bisa melihara kambing itu sampai gemuk. Dia kasih ampas tempe dengan tahu, lalu kalau sudah gemuk dijual, dibeli lagi kambing kurus dua ekor," ungkapnya.
Momen nostalgia tersebut terjadi saat Sentot didatangi tribun-medan.com di Hotel Elmi, Surabaya.
Bagi Sentot, Djarot yang pendiam tetapi suka sekali jahil kepada adiknya, Taufik Hidayat.
"Itu dia sampai dilempar kaleng oleh ayah, karena ngejahilin adiknya, itu ada bekasnya di kupingnya" ujar Sentot seraya menunjuk ke arah Djarot.
Namun bagi Sentot, sang adik memiliki kegemaran berorganisasi, bermusik ria hingga membaca.
"Waduh kalau bermusik dia suka main gitar dan sering nampil saat 17 Agustusan," ungkapnya.
Tak sampai di situ,menurut Sentot ia bersam sang adik pernah mengincar buah nangka tetangga yang sudah ranum.
"Wah saya lihat ada nangka yang matang, lalu saya suruh Djarot untuk nunggu di bawah supaya saya yang naik ke atas untuk petik nangkanya," katanya.
Namun sayang, menurut pria yang berdomisili di Banjarmasin itu, sang adik tak dapat menampung buah nangka yang dilemparnya akibat terlalu besar.
"Nangka itu menggelinding ke depan rumah si empunya akhirnya kami ketahuan. Yah meski diomelin ibu, tetap nangkanya dibeli," katanya sambil tersenyum.
Pernyataan sang kakak, ternyata diakui sendiri oleh Djarot. Dulunya, pada waktu masih tinggal bersama satu atap dengan keluarga besar, masih banyak kenangan yang tak dapat dilupakannya.
Rumah sederhana di Blauran Jawa Timur itu,kata Djarot memiliki kisah tersendiri dengan para saudara'-saudaranya.
"Jadi rumah kami itu sederhana,ibu bapak tidur di bawah,kami anak-anaknya tinggal di atas, di loteng. Pernah suatu waktu ada tamu, kami ribut di atas, bapak melempar kaleng ke atas loteng, lalu kami tiarap. Alhasil kaleng itu keluar jendela mengenai orang yang lewat," kata Djarot sambil memeragakan gaya sang ayah melempar.
Seakan tak mau kalah, Djarot juga membuka 'kartu' kakaknya di saat kecil.
"Dulu kakak saya ini jualan layangan, banyak layangannya sampai bolos sekolah. Rapornya merah semua," ungkapnya.
Kedua adik dan kakak itu akhirnya tertawa bersama.
"Betul saya melihara kambing, saya kasih nama itu kambing ada yang namanya Tongki dan Barlot," tambahnya.
(cr7/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/djarr_20180515_191545.jpg)