Edisi Cetak Tribun Medan

Nestapa Nuraini Mencari-cari Jasad Anaknya, Saiful Tewas Ditembak Mati Densus

Nuraini mengaku tak tahu di mana posisi dua anaknya yang lain,Benny dan Budi

Nestapa Nuraini Mencari-cari Jasad Anaknya, Saiful Tewas Ditembak Mati Densus
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Gubuk milik terduga teroris, MR alias Pak Ngah di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai saat Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Polres Dumai melihat kondisi terkini gubuk itu, Kamis (17/5/2018). (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Nuraini (62), ibunda Saiful yang menjadi terduga teroris dan ditembak mati pada operasi penggerebekan di Tanjungbalai, ingin melihat jasad anaknya.

Ia sudah mencari jenazah Saiful ke rumah sakit dan Polres Tanjungbalai. Nuraini mengaku tak tahu di mana posisi dua anaknya, selain Saiful, anaknya yang lain adalah Benny dan Budi.

"Saya enggak tahu posisi tiga anak saya. Ada yang bilang Saiful meninggal ditembak di depan rumah. Tapi, saya belum melihat jenazahnya. Di RSUD Tanjungbalai enggak ada jenazahnya," katanya kepada Tribun Medan/Tribun-Medan.com di kediamannya, Jalan Besar Nibung, Kelurahan Beting Kuala Kepias, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai, Jumat (18/5) sore.

Baca: Aman Abdurahman Dituntut Hukuman Mati, Kasus Teroris Ternyata Ada 3 yang Sudah Dieksekusi

Baca: Marak Aksi Teroris, Polda Sumut Tingkatkan Pengamanan Ekstra

Ia menambahkan, pulang dari rumah sakit mendatangi Polres Tanjungbalai, untuk mempertanyakan keberadaan jenazah Saiful.

Tapi, katanya, pihak kepolisian memintanya bersabar menunggu informasi dari Polda Sumut dan Densus-88 Antiteror Polri.

Kapolres Tanjungbalai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Irfan Rifai mengatakan, jenazah terduga teroris Saiful dibawa tim Densus-88 Antiteror ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Bahkan, katanya, seluruh terduga teroris yang ditangkap dalam operasi penggerebekan di Tanjungbalai sudah di Medan.

Baca: Jokowi Aktifkan Koopsusgab TNI, Kopassus Marinir dan Paskhas Hadapi Teroris Bila Capai Level Ini

Baca: Istri Aiptu Martua Polisi yang Tewas Dibunuh Teroris saat Idul Fitri Dapat Kompensasi Rp 600 Juta

"Kami enggak tahu kapan jenazah diserahkan kepada keluarga, karena dibawa Densus-88 Antiteror ke Medan. Saya mendengar di Rumah Sakit Bhayangkara. Informasinya ke Polda saja karena kami belum dapat informasi apapun," ujarnya saat dihubungi Tribun, Jumat malam.

Ia menambahkan, pengamatan di Kota Tanjungbalai diperketat pascapenggerebekan tersebut.

Tim kepolisian melakukan pengawasan ke berbagai lingkungan yang melibatkan warga dan perangkat pemerintah. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan patroli rutin di berbagai lokasi.

Nuraini mengaku dapat kabar dari petugas kepolisian, pascapenggerebekan, jenazah Saiful bersama beberapa terduga teroris diboyong ke Kota Medan.

Baca: Kisah Kelam Polisi Mantan Jadi Teroris hingga Sofyan Tsauri Bertobat

Baca: Dinilai Bisa Rugikan Dakwah Islam, Ulama Ingin Dilibatkan Bersama Polri Bongkar Kasus Teroris

Nuraini mengaku, selama beberapa hari ini gelisah. Pasalnya, tiga anak kandungnya disebut-sebut teroris, dan terlibat dalam rangkaian penyerangan di Kota Surabaya. Padahal, menurutnya, ketiga anaknya tak pernah membuat onar.

Berdasar informasi yang diperoleh Tribun, ketiga anaknya diringkus Densus-88 Antiteror Polri. Saiful dan Benny kabarnya ditembak di depan rumah mereka, saat penggerebekan karena melakukan perlawanan.

Berdasar keterangan warga dan keluarga, Saiful tewas kena tembak empat peluru di perut, dan satu peluru di dada. Sedangkan, Benny kena tembak di kedua kakinya karena berusaha lari saat penangkapan.

Awalnya, tim Densus-88 Antiteror Polri menangkap Dodi alias Julien di Sungai Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan saat menyiapkan gerobak jualan. Julien merupakan sepupu Budi, Benny dan Saiful.(*)

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved