Ramadan 1439 H

Indahnya Arsitekstur Masjid Al Ikhlas Hamparan Perak, Tak Disangka Dulunya Hanya Musala

Masjid ini berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Hamparan Perak.

Indahnya Arsitekstur Masjid Al Ikhlas Hamparan Perak, Tak Disangka Dulunya Hanya Musala
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Masjid Al Ikhlas Hamparan Perak 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Megahnya Masjid Al Ikhlas di Desa Selemak Hamparan Perak Deliserdang terlihat begitu indah dan mencolok dengan dominasi warna biru mudanya.

Baca: Masjid Besar Jami Bintang, Tempat Salat Jumat Pertama di Kabupaten Dairi

Masjid ini berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Hamparan Perak, berada tepat di depan Kantor Polsek Hamparan Perak.

Di masjid ini beberapa aksesoris masjid masih terlihat baru, desain kaligrafinya masih terlihat dengan warna cat yang baru, lampu gantung hiasan masjid masih terlihat kilat dan bersih.

Baca: Masjid Raya Sulaimaniyah Pantai Cermin, Pertahankan Ukiran dan Warna Khas Melayu

Saat tribun-medan.com menelusuri isi ruangan, suasana dalam masjid terasa sejuk karena sudah dilengkapi dengan Air Conditioner (AC), alat pendingin yang modren.

Sekilas masjid Al Ikhlas berkonsep minimalis. Beberapa khas bangunan seolah dirancang oleh arsitektur khusus. Namun, ternyata konsep arsitektur masjid hanya bermodal internet. Hal ini dikisahkan langsung oleh penjaga masjid, Abdul Hafiz Hasibuan, Minggu sore (20/5/2018).

Baca: Yuk Lihat Desain Masjid Raya Al Mashun, Dibangun pada 1906 dengan Konsep dari Tiga Negara

"Gak ada pakai arsitektur khusus ini konsep masjidnya. Cuma bermodalkan internet. Lihat-lihat di internet ya dibangun lah seperti ini. Yang bangun sampai seperti ada itu tukangnya Si Sigit sama tukang lainnya," kata Abdul Hafiz.

Abdul Hafiz kemudian menceritakan cikal bakal masjid Al Ikhlas nan indah, yang berawal dari sebuah musala kecil.

Musala ini awalnya dibangun untuk salat dan peristirahatan para pekerja kebun PTPN. Kemudian seorang pegawainya yang memiliki lahan di atas musala ini mewakafkan kepemilikannya kepada masyarakat.

"Awalnya dulu musala ini. Kan ini kawasan kebun PTPN. Terus ada pegawainya yang mewakafkan lahannya yang dijadikan musala. Terus sama-sama lah masyarakat membangunnya jadi masjid. Pak Suldi yang telah mewakafkan lahannya untuk masjid Al Ikhlas ini," ungkap Abdul Hafiz Hasibuan yang memiliki hubungan keluarga dengan Pak Suldi.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved