Ramadan 1439 H
Selama 21 Tahun, Zulkarnaen Sulap Barang Bekas Jadi Pernak-pernik Ramadan
Para pemesan juga tak hanya dari dalam kota, tetapi juga dari luar kota Pematangsiantar.
Penulis: Tommy Simatupang |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Zulkarnaen Toreh memulai profesi sebagai pengerajin pernak-pernik Ramadan selama 21 tahun. Karya-karyanya berupa ketupat, beduk, kaligrafi, gantungan kunci berbentuk beduk, lampu tidur, kotak tisu, dan lainnya ramai didatangi pengunjung.
Saat bulan Ramadan seperti ini, Zulkarnaen dibanjiri pesanan. Para pemesan juga tak hanya dari dalam kota, tetapi juga dari luar kota Pematangsiantar.
Berada di Jalan Sisingamangaraja depan Universitas Simalungun, Zulkarnaen mendirikan sebuah bilik ukuran 3xmeter.
Menariknya, Zulkarnaen memanfaatkan limbah untuk disulap menjadi barang yang cantik. Barang yang digunakan seperti botol bekas, gagang sapu, karton, dan keset bekas.
"Tak hanya dari dalam kota saja, pesanan juga datang dari luar sepeti Kota Medan, Aceh, Pekanbaru hingga Kalimantan. Tahun ini pesanan meningkat hingga lima kali lipat dibanding tahun lalu," ujarnya seraya mengecat ketupat dengan warna kuning, Minggu (20/5/2018).
Kebanjiran pernak-pernik ini, kata Zulkarnaen kebanyakan dari instansi. Tak terkecuali banyak juga warga yang ingin menghias rumahnya dengan pernak-pernik Ramadan.
"Menjadi pengerajin pernak-pernik ini kan musiman. Makanya, di saat seperti ini banyak pesanan, sangat bersyukur. Pernah saat Ramadan beberapa tahun lalu, sedikit omset,"katanya.
Setelah bergelut selama 21 tahun, Zulkarnaen pun membimbing para anak muda untuk mempelajari cara pembuatan pernak-pernik.
"Saya juga membuat pernak-pernik untuk Natal dan Tahun Baru. Banyak anak muda yang sudah kita bimbing untuk dapat meneruskan itu menjadi usaha,"pungkasnya.(tmy/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pernak-pernik-ramadan_20180520_221305.jpg)