Liputan Eksklusif

Mahasiswa USU Mengaku Dipungli Dosen, Ketua Prodi Usir dan Lempar Berkas

"Saya jumpai ibu itu, katanya kepada saya, 'kau ini cantik tapi kau bodoh'," kata mahasiswa yang mengaku sempat stres.

Mahasiswa USU Mengaku Dipungli Dosen, Ketua Prodi Usir dan Lempar Berkas
usu.ac.id
Gedung FISIP USU 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara melaporkan tentang dosen pembimbing skripsinya yang kerap meminta memberikan barang-barang.

Ia mengaku sempat menangis, bahkan nyaris stres, lantaran merasa menghadapi jalan buntu dalam pengerjaan skripsinya karena dipersulit dosen pembimbing. Padahal tenggat waktu makin dekat menuju wisuda.

Penelurusan harian Tribun Medan dan www.tribun-medan.com ke berbagai sumber di kalangan internal dan eksternal USU, mengerucut pada informasi bahwa praktik pungutan liar (pungli) dan "upeti" ini sudah berlangsung lama.

Ketua Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis Fisip USU, Profesor Marlon Sihombing, menyebut persoalan nilai AGS sudah selesai. Nilai mahasiswa bersangkutan juga sudah dikeluarkan pihak kampus.

"Kan, sudah selesai itu, apa lagi masalahnya? Kok, bisa dia melapor sana-sini. Apa rupanya yang dilapor? Kan, sudah tamat dia," kata Marlon pada Tribun.

Marlon menjelaskan permasalahan skripsi yang dialami AGS karena terjadi perbedaan pendapat antara dosen pembimbing dan ketua penguji.

Baca: Mahasiswa USU Mengaku Dipungli Dosen, Permintaan Aneh Mulai Roti Non Gandum Sampai Bahan Kebaya

"Permasalahannya waktu itu Ketua Pembimbing Ibu NK meminta supaya diperbaiki yang kurang. Kan, yang namanya ujian enggak ada yang 100 persen (benar). Secara akademis, masing-masing punya perspektif. Nah, pembimbingnya mungkin lebih kepada substansi dan metodologi. Ibu NK sebagai ketua melihat sistematika penulisan yang barangkali belum selesai. Lantas mahasiswi ini pakai maksa-maksa. Begitulah yang saya dengar. Jadi, kan, enggak benar itu yang dibilangnya sama kalian," ujar Marlon Sihombing.

Prof Marlon Sihombing
Prof Marlon Sihombing ()

Dikemukakannya lebih lanjut, ketika NK enggan memberi nilai AGS, dirinya hadir untuk menengahi permasalahan itu.

"Saya ambil alih dan sudah selesai. Nilainya pun sudah keluar. Mahasiswi ini karena sudah terikut dengan ambisi supaya lekas tamat dan lain sebagainya. Itu yang enggak benar. Makanya saya jaga Ibu NK sebagai dosen senior. Makanya saya ambil alih," katanya.

Penjelasan Marlon Sihombing bertolak belakang dengan keterangan AGS saat menyampaikan keluhannya kepada Tribun. Menurut AGS, sidangnya berlangsung lebih lambat dari jadwal ditetapkan.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved