Liputan Eksklusif

Mahasiswa USU Mengaku Dipungli Dosen, Permintaan Aneh Mulai Roti Non Gandum Sampai Bahan Kebaya

"Bukan sekali dua kali. Saya sampai nangis akhirnya, lantaran tidak tahu lagi harus berbuat apa lagi," ujar AS, mahasiswi Prodi Administrasi Bisnis.

Mahasiswa USU Mengaku Dipungli Dosen, Permintaan Aneh Mulai Roti Non Gandum Sampai Bahan Kebaya
int
Pusat Administrasi Universitas Sumatera Utara. 

MEDAN, TRIBUN-Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari dosen mereka.

Seorang di antaranya sempat menangis, bahkan nyaris stres, lantaran merasa menghadapi jalan buntu dalam pengerjaan skripsinya karena dipersulit dosen pembimbing. Padahal tenggat waktu makin dekat menuju wisuda.

"Bukan sekali dua kali. Saya sampai nangis akhirnya, lantaran tidak tahu lagi harus berbuat apa lagi," ujar AS, mahasiswi Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU pada Tribun saat datang ke kantor redaksi, beberapa waktu lalu.

Menurut AS, dosen pembimbingnya kerap memintanya memberikan barang-barang. Hal yang tentunya berada di luar mekanisme dan proses pengurusan dan penyelesaian skripsi.

Satu nama yang disebut AS adalah NK, dosen senior yang merupakan dosen tetap Program Studi Administrasi Bisnis FISIP USU. Menurut dia, tiap mahasiswa yang berurusan dengan NK "mesti" memberi "buah tangan".

Bukan sembarang buah tangan, melainkan sesuai keinginannya. Memang, sebutnya, NK tidak pernah secara terbuka menegaskan "buah tangan" ini sebagai perkara yang wajib, tetapi pada praktiknya justru demikian.

"Diingatkan teman, kayaknya memang sudah budaya ibu itu, kalau datang harus ada membawa makanan dan minuman. Sekali waktu, saya tawarkan Roti Suan's. Soalnya kawan-kawan, bilang ibu itu suka roti ini. Kebetulan teman saya dari proses skripsi sampai sidang, sering sama menjumpai dia, jadi tahu seleranya," ucap AS. NK merupakan ketua tim pengujinya.

Atas penawaran ini, NK bersedia menerima pengajuan skripsi AS. Dia berpesan, agar dibelikan berkadar gula rendah.

"Minta roti tawar, jangan gandum karena (kadar) gulanya tinggi. Jadi tidak boleh lagi makan gandum. Harus roti tawar biasa," ucap AS menirukan kalimat NK saat itu.

Satu hari sebelum memulai proses sidang, AS mengatakan dia menyiapkan makanan sesuai permintaan NK. Dia juga membawa sunkist.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved