Fenomena Teraneh yang Terjadi di Dunia Binatang, Satunya Lumba-lumba 'Tersedak' Gurita
Dunia binatang memiliki berbagai cara untuk membuat kita terkagum-kagum hingga tercengang.
TRIBUN-MEDAN.COM - Dunia binatang memiliki berbagai cara untuk membuat kita terkagum-kagum hingga tercengang.
Setiap tahunnya, ada banyak fenomena hingga spesies unik yang sangat jarang terlihat
Beberapa di antaranya bahkan menjadi hal yang baru pertama kali ditemukan para peneliti.
Apa saja kejadian unik yang ada di dunia binatang itu?
Dikutip TribunTravel.com dari laman listverse.com, berikut deretannya.
1. Lumba-lumba 'tersedak' gurita
(listverse.com)
Pada 2015, lumba-lumba yang sudah mati terdampar di sebelah selatan Perth, Australia.
Itu adalah spesies lumba-lumba hidung botol jantan yang kondisi fisiknya sangat baik.
Namun, penyebab kematian menonjol dari mulutnya, yakni gurita Maori.
Mamalia ini tampaknya mati tercekik, tetapi detail yang lebih rinci membuat kasus ini tidak biasa.
Dari awal, kasus ini adalah sesuatu yang belum pernah tercatat sebelumnya.
Lumba-lumba memang berburu gurita.
Namun, belum pernah ada lumba-lumba yang 'tersedak' gurita.
Selama otopsi, benjolan kecil yang menonjol dari mulut lumba-lumba hidung botol itu mengejutkan para dokter, karena ternyata menunjukkan bagian dari spesimen yang panjang.
Tentakelnya berukuran panjang 1,3 meter dan berat dari gurita tersebut mencapai 2 kilogram.
Untuk menelan mangsa yang lebih besar, lumba-lumba menghentikan sementara struktur pernapasan mereka sendiri dengan cara mencabut jaringan yang menghubungkan lubang hidungnya dengan laring.
Namun, tampaknya tentakel gurita itu membelit sekitar laring dan lumba-lumba ini tidak dapat mengembalikan sistem pernapasannya.
Lumba-lumba ini secara teknis tidak pernah tersedak gurita, tapi hal itu membuatnya mati lemas.
Bahkan ada kemungkinan bahwa lumba-lumba itu secara aktif telah dibunuh oleh mangsanya yang mati.
Pasalnya, beberapa saat setelah mati tentakel gurita masih tetap reaktif selama beberapa waktu.
2. Bunglon yang menyala dalam gelap.
(listverse.com)
Pada 2018, para peneliti menempatkan beberapa subjek bersisik dalam gelap dan merangsang mereka dengan lampu UV.
Sebagai tanggapan, banyak bunglon yang mengeluarkan cahaya biru elektrik.
Cahaya biologis yang terang ini tidak ada hubungannya dengan kemampuan bunglon untuk mengubah warna.
Hebatnya, pendaran cahaya neon berasal dari tulang mereka.
Kemampuan tulang ini untuk bersinar di bawah sinar UV bukanlah hal baru bagi sains dan sering digunakan oleh mereka yang mencari fosil.
Namun, kerangka makhluk yang masih hidup dibungkus dengan otot dan kulit, sehingga membuatnya lebih sulit untuk dideteksi.
Kemampuan baru dalam bunglon ini mudah dikenali para ilmuwan berkat struktur tubuhnya yang lebih dangkal.
Kerangka reptil dilindungi dengan beberapa tonjolan tulang yang hampir menyentuh kulit, memungkinkan fluoresensi yang tidak terhalang.
Karena bunglon dapat melihat sinar ultraviolet, mereka mungkin bersinar untuk menarik pasangannya (si jantan memiliki tonjolan yang lebih berkilau) atau untuk berkomunikasi.
Namun, ridak setiap bunglon memiliki kemampuan memendarkan cahaya dalam gelap.
Sifat ini hanya dimiliki spesies hutan hujan di mana fluoresensi lebih berkembang di habitat gelap.
Menariknya, kulit bunglon jenis ini juga bisa meningkatkan efek pendarannya dengan menyaring panjang gelombang cahaya biru.
3. Semut paramedis
(listverse.com)
Ketika semut matabele merasa lapar, mereka suka berbaris ke sarang rayap dan memakan serangga tersebut.
Namun, semut harus bertempur dengan para rayap karena rayap tidak mudah dikalahkan.
Rayap mungkin memiliki kekuatan brutal, tetapi semut penyerang sub-Sahara kecil ini selalu menang dalam jumlah berkat satu perilaku unik yang terlihat untuk pertama kalinya pada 2017.
Semut matabele menyelamatkan kawan mereka yang terluka dan membawa mereka kembali ke rumah.
Tidak ada spesies semut lain yang melakukan ini.
Dengan menyelamatkan nyawa, koloni mereka dapat berkembang 30 persen lebih besar daripada jika mereka meninggalkan semut yang terluka.
Setelah nyaman dan aman, para semut prajurit yang terluka pulih dalam beberapa hari.
Sebagian besar bergabung kembali dalam perang melawan spesies lain.
Perilaku ini tidak berarti semut memiliki belas kasih.
Keputusan semut untuk menjemput temannya yang sakit ditimbulkan oleh zat feromon dari mandibula semut yang sakit yang memicu semut lain menghampirinya.
Berita ini sudah tayang di Tribunnews dengan judul 3 Fenomena Aneh yang Terjadi di Dunia Hewan, Ada Lumba-lumba yang Tersedak Gurita!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lumba-lumba_20180522_203520.jpg)