Setahun terbentuk, ATC USU Berkembang Pesat, Siap Wadahi Mahasiswa Pecinta Panahan

Satu di antaranya Archery Training Club, sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menaungi mahasiswa yang punya ketertarikan dalam olahraga ini.

Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
UKM Panahan USU,melakukan latihan bersama di area Perpustakaan USU Jalan Perpustakaan nomor 1, Kampus USU, Medan Baru, Kota Medan, Sabtu (19/5/2018)./Septrina Ayu Simanjorang 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Olahraga panahan sudah lama dikenal di indonesia. Sejak resmi diikutsertakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1948, olahraga ini terus berkembang. Hingga pada 12 Juli 1953, berdiri sebuah organisasi yang mewadahi para pemanah. Organisasi tersebut dinamakan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).

Sejak awal berdiri, organisasi ini sudah melahirkan banyak atlet-atlet panahan berprestasi di negara ini. Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani misalnya. Kemenangan yang mereka raih di Olimpiade Seol 1988 tetap diingat hingga saat ini. Kenangan itu diwujudkan dalam film layar lebar, 3 Srikandi.

Hingga saat ini olahraga yang memerlukan fokus yang tinggi ini tetap diminati di Indonesia. Banyak orang yang berkumpul dalam sebuah komunitas untuk belajar memanah bersama. Satu diantaranya Archery Training Club, sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menaungi mahasiswa yang punya ketertarikan dalam olahraga ini.

"Kegiatan ini berawal dari mata kuliah olahraga panahan di Teknik Arsitektur USU. Lalu beberapa orang tertarik dan menggemari olahraga ini membentuk klub. Orang yang tertarikpun tidak hanya dari Teknik Arsitektur sendiri. Terbentuklah klub. Keterbatasan alat dan banyaknya animo mahasiswa, membuat saya dan dosen saya mengajukan agar klub ini dijadikan salah satu UKM di kampus," kata Rino Hadidinata kepada wartawan Tribun medan .com saat ditemui di lapangan Perpustakaan USU, Rabu (23/5/2018).

Sejak dibentuk sebagai klub pada Januari 2016, Rino Hadidinata ini dikirim untuk menerima pelatihan langsung dari atlet panahan selama dua bulan. Untuk menambah ilmu dari pelatihan yang masih dirasanya kurang, dia banyak belajar secara otodidak dari internet. Hal ini juga sebagai bekal untuk menambah ilmu yang bisa dibagikan bagi para anggota klub, sambil terus mengajukan permohonan agar klub ini dapat dijadikan UKM.

Selang setahun, tepatnya 16 Maret 2017, klub ini resmi dilantik menjadi salah satu UKM di USU. Meski begitu, mereka tidak menutup diri bagi mahasiswa lain yang ingin belajar memanah di seputaran wilayah Medan.

Hingga hari ini, sudah ada 96 anggota aktif di organisasi ini. Empat diantaranya berasal dari kampus selain USU.

"Ada satu (orang) yang dari Universitas Medan Area, dua dari juga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Sama satu lagi dari Universitas Panca Budi. Cuma walaupun mereka dari lain universitas, tetap pas tanding harus bawa nama USU karena mereka kan bernaungnya di UKM Panahan USU," Jelas Bayu, ketua UKM ini.

Untuk dapat bergabung di UKM ini, mereka akan membuka recruitment di awal tahun dan awal semester. Bagi yang memiliki ketertarikan dan belum memiliki pengalaman tetap bisa ikut. Karena di UKM ini akan diajarkan cara-cara memanah dari dasar. Jika terpilih akan ikut latihan setiap hari sabtu jam 09.00 WIB. Tapi selama puasa mereka melakukan latihan setiap selesai dzuhur.

Di usianya yang masih menginjak setahun, UKM ini telah melahirkan banyak prestasi melalui anggota-anggotanya. Misalnya dalam turnamen bukit kubu, Pekan Olahraga Kota Medan (porkot), Pekan Olahraga Wilah Kota Medan (Porwil), hartig open, Okrek archery open/ 2017, Perpani langkat archery open/2017, Piala Rektor Unimed 2nd/2017, Pangkosek archery championship/ 2018, Planters Archery open/ 2018, dan yang terakhir Deli Serdang Open/ 2018.

UKM ini juga diundang dalam pertemuan Imapi (Ikatan Mahasiswa Panahan Indonesia) yang mengadakan turnamen indoor di Kota Malang pertengahan bulan Maret 2018. Acara ini diikuti oleh beberapa Universitas se-Indonesia. Dalam acara ini, mereka terpilih menjadi pengurus regional sumatera. Sehingga mengemban tugas dalam mempertemukan UKM panahan lain di Sumatera.

"Kami berharap ke depannya UKM ini makin maju. Makin banyak anggota-anggota yang berprestasi. Baik secara nasional. Dan harapan terbesarnya kami mulai bisa mengharumkan nama kampus dan Sumatera Utara khususnya di kanca Internasional," tutup Rino.

Untuk mengenal lebih lanjut UKM ini dapat mengunjungi sosial media mereka di Instagram dengan akun atc_usu.

(Cr18/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved