Breaking News:

Prihatin Rekan Tersandung Masalah Hukum, KAHMI Medan Siap Dampingi Himma Dewiyana

Kasus yang sedang menimpa Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Himma Dewiyana Lubis (46)

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Sekretaris Umum KAHMI Khairul Munadi saat memberikan keterangan konfrensi pers. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus yang sedang menimpa Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Himma Dewiyana Lubis (46) alias HDL, yang diamankan di kediamannya di Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Kecamatan Medan Johor Kota Medan pada Sabtu (19/5/2018) malam akibat membuat ujaran kebencian, mendapat simpati dari banyak pihak.

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan, dengan sigap terdepan memberikan bantuan hukum terhadap HDL yang ternyata merupakan anggota KAHMI.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum KAHMI, Khairul Munadi yang juga bagian dari tim kuasa hukum mengatakan alasan KAHMI membantu HDL karena sudah melihat postingan dan kasus yang sedang menderanya.

Apalagi dia seorang dosen yang harus menyampaikan hasil analisa yang disebut kebebasan akademik. Makanya kita patut membela, apalagi dia tidak punya riwayat kriminal.

"Dia itu warga negara terbaiklah, jadi dia bisa diduga melakukan penghinaan seperti ini kami kecewa sekali," kata Khairul saat konfrensi pers di Formapera Jalan Setia Budi nomor 25, Kamis (24/5/2018).

Terkait Kalau HDL termasuk anggota KAHMI. Khairul menuturkan bahwa diawal-awal ia tidak mengetahui bahwa HDL rupanya juga anggota KAHMI.
Setelah diperjalanan baru tahu, rupanya HDL anggota KAHMI.

"Kita sempat tanya-tanya siapa HDL, alumni mana, setelah diusut-usut rupanya anggota KAHMI dan bekerja sebagai dosen dan Kepala Kearsipan di USU. HDL merupakan alumni dari UISU tahun 2000 yang masuk kuliah pada tahun 1992," ungkap Khairul.

Khairul menuturkan bahwa awalnya prihatin melihat kasus yang diciptakan kepada HDL.

"Masa dia membuat sesuatu di akun medsosnya, dikenakan UU ITE. Hanya karena mengunggah pendapat Skenario Yang Sempurna #2019GantiPresiden," katanya.

"Sebenarnya tidak ada permasalahan, karena setiap dari kita bisa menganalisa kasus yang ada berdasarkan fakta-fakta yang ada. Di konfrensi pers ada tulisan Mako Brimob, sebenarnya dia kan memosting tulisan orang lain. Karena sebelumnya sudah ada 12 orang yang meneruskan status itu. Yang jelas harapan kita kasus ini segera dihentikan secepatnya," pungkas Khairul.

(cr9/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved