YSEALI Beri Kesempatan Anak Muda Kuliah di Amerika, Simak Cara Mendapatkannya

Acara Sharing Session ini digelar oleh alumni-alumni YSEALI yang sudah mengikuti program pertukaran ini tahun-tahun sebelumnya.

TRIBUN MEDAN/SALLY SIAHAAN
Enam alumni YSEALI asal Kota Medan usai memberikan Sharing Session Program YSEALI Academic Fellowship di Gedung LPPM USU, Jumat (25/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Sally Siahaan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sekitar tiga puluhan anak-anak muda yang memiliki rentang umur 18-35 tahun berkumpul di gedung LPPM USU. Mereka dengan antusiasnya hadir untuk mengikuti Sharing Session program YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) Academic Fellowship atau pertukaran mahasiswa ke Amerika Serikat, Jumat (25/5/2018).

Acara Sharing Session ini digelar oleh alumni-alumni YSEALI yang sudah mengikuti program pertukaran ini tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya sekadar berbagi mengenai apa itu program YSEALI Academic Fellowship, di acara ini keenam alumni itu juga memberikan tips and trick untuk lolos dalam program ini.

"Jadi kita berenam adalah alumni YSEALI yang datang dari berbagai kampus. Kita disini mau mengenalkan kepada anak-anak muda di Medan mengenai kesempatan ini. Soalnya masih banyak orang yang belum tahu," ujar Alumni YSEALI Spring 2018 Arif Wardiman Lase.

Ia menuturkan, YSEALI Academic Fellowship merupakan program yang digagas oleh Mantan Presiden AS, Barrack Obama pada tahun 2013. Yang dibuat untuk mempererat hubungan pemerintah AS dengan negara-negara di Asia Tenggara, melalui anak-anak muda.

Untuk bisa menjadi bagian dari program ini calon peserta harus melewati sejumlah tahapan. Mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi wawancara oleh pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat.

"Di program ini kita dapat kesempatan untuk belajar di kampus yang berada di Amerika Serikat. Kita juga diberikan leadership training. Kenapa program ini untuk anak-anak muda, karena pemudalah yang nantinya akan menjadi penerus negaranya," ucapnya.

Ia menambahkan, program ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan anak muda. Juga, bagaimana nantinya mereka berkontribusi untuk negaranya.

Program YSEALI Academic Fellowship ini dibuka sebanyak dua kali setiap tahunnya. Yakni pada musim semi (spring) dan gugur (fall). Pendaftaran untuk program spring dimulai pada bulan Oktober, sedang untuk sedang program fall dibuka pada bulan Maret.

"Di sana kita belajar banyak, mulai dari proyek sosial, manajemen proyek, kunjungan ke kantor-kantor pemerintahan, komunitas sosial. Tentunya membangun perspektif yang baik antara anak muda ASEAN dan AS," katanya.

Akan ada 10 negara yang mengikuti program ini, Indonesia termasuk di dalamnya. Arif mengatakan, di setiap tahunnya, Indonesia akan mendapatkan porsi yang lebih besar dibanding 9 negara lainnya. Hal tersebut karena jumlah penduduk yang lebih banyak.

"Untuk setiap project, Civic Management, Social Entreprise dan Religion, Indonesia mendapat porsi yang lebih banyak. Tahun lalu yang berangkat sekitar 20 orang, dan perkiraannya sama untuk tahun ini. Karena itu jangan sampai dilewatkan," serunya.

Ia bersama dengan teman-temannya, sebagai alumni dari YSEALI berharap dengan digelarnya sosialisasi ini akan ada yang lulus seleksi. Sehingga, semakin banyak alumni YSEALI yang berada di Medan yang memberikan kontribusi yang baik untuk Kota Medan. (cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved