Alasan Ini Bikin Pedagang Pasar Sukaramai Enggan Tempati Kios hingga Rela Jualan di Pinggir Jalan!
Meski berkali-kali digusur, nyatanya tak membuat para pedagang mematuhi peraturan
Penulis: Liska Rahayu |
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sampai saat ini, para pedagang masih memenuhi badan jalan di Pasar Sukaramai Jalan AR Hakim. Pedagang-pedagang tersebut memakai badan jalan untuk menjajahkan dagangannya.
Meski berkali-kali digusur, nyatanya tak membuat para pedagang mematuhi peraturan yang telah diberlakukan dan pindah ke dalam kios yang telah disediakan.
"Dulu udah pernah di dalam, tapi enggak laku. Udah mahal sewanya. Enggak maulah di dalam lagi," ujar seorang pedagang sayur tak disebutkan namanya, Minggu (27/5/2018).
Ia mengatakan, selama berada di dalam dagangannya tidak laku karena kebanyakan pembeli lebih memilih untuk berbelanja di luar gedung Pasar Sukaramai. Alasannya, biasanya pembeli malas berkeliling di dalam.
"Padahal enak juga di dalam, enggak panas. Tapi gimana, orang enggak laku. Pembeli maunya cepat, begitu jumpa langsung beli. Kalau di dalam kan masuk-masuk lagi. Belum lagi kalau nenek-nenek turun-naik tangga," ujarnya.
Dia pun mengatakan, harga sewa kios yang mencapai Rp 15 juta per tahun membuatnya memutuskan untuk kembali berjualan di luar gedung. Tidak hanya itu, pedagang lainnya, Susi mengatakan, dirinya berjualan di badan jalan karena memang sudah lama berjualan di tempat itu.
"Udah lama jualan di sini. Ada rukoku di sini," ujarnya sembari menunjuk ruko di belakang tempatnya berjualan.
Kondisi ini tentunya membuat jalan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pedagang-pedagang yang berjualan mengganggu pengguna jalan hingga menyebabkan kemacetan. Tak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan keadaan tersebut.
Keadaan ini diperparah saat hujan, di mana lumpur menumpuk di badan jalan dan membuat becek. Tidak hanya itu, aroma tidak sedap kerap kali menguar
"Macetnya parah di situ, apalagi kalau sore, padat. Kalau dibilang mengganggu atau enggak, karena mereka jualannya di tempat yang enggak tepat, itulah kenapa macet," ujar pengendara sepeda motor, Fiya.
Fiya mengatakan, sebagai pengguna jalan, dirinya berharap pemerintah agar segera membenahi para pedagang tersebut. Pedagang yang telah diberi tempat pun hendaknya mau mengikuti aturan yang ada.
"Ya kalau saya sebagai pengguna jalan, menyarankan sama pemerintah mohon dibenahi dan beri tempat yang layak buat mereka jualan. Kalau udah ada, ya ditempati," ujarnya. (cr5/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penertiban-pasar-sukaramai_20170329_124315.jpg)