Pangeran Arab Mohammed bin Salman Dikabarkan Tewas Tertembak, Begini Kondisi Putra Mahkota!

Sebagian media Timur Tengah bertanya-tanya, apakah Pangeran Arab Mohammed bin Salman benar-benar sudah meninggal dunia?

Editor: AbdiTumanggor

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebagian media Timur Tengah bertanya-tanya, apakah Pangeran Arab Mohammed bin Salman benar-benar sudah meninggal dunia?

Pangeran Arab Mohammed Bin Salman, pemimpin kerajaan minyak yang berusia 32 tahun itu lama tak terlihat.

Ia dikabarkan dikabarkan meninggal dunia usai terkena tembakan.

Dilansir observer.com, Pangeran Arab Mohammed bin Salman tak terlihat di mata publik sejak pertemuannya dengan keluarga kerajaan Spanyol pada 12 April 2018 lalu.

Kemudian tragedi terjadi pada 21 April 2018 lalu, adanya tembakan senjata kaliber berat terdengar di dekat istana kerajaan di Riyadh, ibu kota kerajaan.

Meskipun kantor berita negara Arab Saudi mengklaim itu adalah pasukan keamanan yang menembak jatuh mainan (drone) yang sudah terlalu dekat dengan properti kerajaan.

Beberapa mempertanyakan apakah tembakan itu sebenarnya kudeta untuk menggulingkan Raja Salman, ayah Bin Salman.

Beberapa musuh Arab Saudi bahkan merasa sangat yakin.

Pekan lalu, surat kabar Iran, Kayhan melaporkan bahwa Putra Mahkota terkena dua peluru pada serangan tembakan di luar area kerajaan.

Hal ini yang jadi alasan banyak yang mengira Pangeran Arab, Mohammed bin Salman meninggal dunia.

Hal itu mengutip laporan dinas rahasia yang dikirim ke pejabat senior dari negara Arab yang tidak disebutkan namanya.

"Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa ketidakmunculan hampir 30 hari lebih Muhammad bin Salman Putra Mahkota Arab Saudi ke publik adalah karena insiden tragis yang disembunyikan kepada publik," kata surat kabar harian itu.

Untuk meyakinkan pembaca, surat kabar Kayhan menunjukkan bahwa Pangeran Arab, Mohammed bin Salman tidak terlihat di depan kamera ketika Menteri Luar Negeri AS yang baru Mike Pompeo mengunjungi Riyadh pada akhir April lalu.

Sementara ayahnya, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Menteri Luar Negeri Adel al -Jubeir terlihat di foto rilis kerajaan.

Iran dan Arab Saudi adalah saingan lama di Timur Tengah yang bersaing untuk pengaruh yang lebih dominan di wilayah tersebut.

Untuk menepis rumor itu, keluarga kerajaan Saudi pada hari Rabu merilis foto Pangeran Arab, Mohammed bin Salman pada pertemuan kabinet di Jeddah dan menegaskan bahwa dia masih hidup.

Mohamed bin Salman Menghadiri Rapat di Jeddah

Mohamed bin Salman Menghadiri Rapat di Jeddah (Bandar Algaloud / Saudi Royal Council / Handout - Anadolu Agency)

Hilangnya Pangeran Arab, Mohammed bin Salman selama sebulan dari sorotan media kontras usai kunjungan ke Amerika dan Eropa beberapa minggu sebelumnya.

Ia mendatangkan sejumlah pebisnis raksasa Amerika untuk membahas transaksi bisnis.

Di lingkungan kerajaan, Pangeran Arab Mohammed bin Salman menghadapi ancaman berbahaya dari keluarga kerajaan.

Menurut PressTV Iran, sepupu Pangeran Arab Mohammed bin Salman, Bin Nayef, dan Mutab Bin Abdullah, putra mendiang raja, keduanya menentang invasi agresifnya ke Yaman dan blokade Qatar.

Pada hari Senin, seorang anggota keluarga kerajaan Saudi yang diasingkan, Pangeran Khaled bin Farhan, mengatakan kepada Mata Timur Tengah bahwa jika paman-pamannya — Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan khusunya Pangeran Muqrin bin Abdulaziz — akan melakukan kudeta terhadap raja saat ini.

Bahkan 99 persen dari anggota keluarga kerajaan, dinas keamanan dan tentara akan berdiri di belakang mereka.

Pangeran Khaled, yang diberi suaka politik ke Jerman sejak 2013 lalu, mengatakan ia telah menerima sejumlah besar email dari orang-orang di kepolisian dan tentara di Arab Saudi untuk mendukung kudeta.

Tembakan misterius pada bulan April, dikatakan Pangeran Khaled bukan merupakan upaya untuk menjatuhkan Mohammad bin Salman.

Tetapi lebih merupakan tindakan protes atas kebijakannya.

Jika benar terjadi kudeta, kemungkinan besar adalah tindakan balas dendam terhadap penumpasan anti-korupsi yang dilakukan Pangeran Arab Mohammed bin Salman pada bulan November 2017 lalu.

Pangeran Arab Mohammed bin Salman menahan puluhan anggota kerajaan yang kaya dengan tuduhan korupsi. 

Profil Pangeran Mohamed bin Salman

Melansir wikipedia, Mohamed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud, lahir pada 31 Agustus 1985 (umur 32 tahun).

Ia adalah Putra Mahkota Arab Saudi, Wakil Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.

Selain itu, dia juga Ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi.

Pada 21 Juni 2017 Muhammad bin Salman ditunjuk sebagai Putra Mahkota oleh Raja Salman.

Ia adalah anggota dari Dinasti Saud dan juga anak dari Raja Salman yang menyelesaikan Studi Sarjana dalam bidang Hukum dari Universitas Raja Saud.

Istri Muhammad bin Salman adalah Putri Sarah binti Pangeran Masyhur bin Abdul Aziz Al Saud, memiliki 4 anak yaitu Pangeran Salman, Pangeran Masyhur, Putri Fahdah dan Putri Noura.

Karir politik

  • Pada 10 April 2007, ia diangkat sebagai Penasihat paruh waktu di Badan Intelejen di Kabinet. 
  • Pada 16 Desember 2009-3 Maret 2013, diangat sebagai Penasihat Khusus Gubernur Riyadh, Penasihat di Badan Intelejen.
  • Sekretaris Jenderal Pusat Kompetitif Riyadh
  • Penasihat Khusus Ketua Majelis Pengelola Sirkuit Raja Abdul Aziz
  • Anggota Komite Tinggi Eksekutif untuk Pengembangan Dir'iyyah
  • Penasihat Khusus dan Pembimbing Kantor Urusan Putra Mahkota Salman bin Abdul Aziz
  • 3 Maret 2013, diangkat sebagai Ketua Mahkamah dan Penasihat Putra Mahkota setingkat dengan Menteri
  • 13 Juli 2013, diangkat sebagai Pembimbing Umum Kantor Menteri Pertahanan
  • 25 April 2014, diangkat menjadi Menteri Negara anggota Kabinet sesuai perintah Surat Keputusan Kerajaan
  • 23 Januari 2015, diangkat sebagai Menteri Pertahanan, Ketua Mahkamah Kerajaan dan Penasihat Khusus
  • Pelayan Dua Tanah Suci setingkat dengan Menteri, susuai dengan perintah Surat Keputusan Kerajaan
  • 29 Januari 2015, Surat Keputusan Kerajaan dikeluarkan mengenai reshuffle kabinet, ia tetap menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
  • 29 April 2015 dikeluarkan Surat Keputusan Kerajaan atas pengangkatan Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud sebagai Deputi Putera Mahkota dan Wakil Perdana Menteri Kedua, Menteri Pertahanan dan Ketua Dewan Majelis Urusan Ekonomi dan Pembangunan.
  • Sejak 21 Juni 2017 sebagai Putra Mahkota Arab Saudi

(banjarmasinpost.co.id/restudia)

Baca: Terkuak Skandal Perselingkuhan Terakhir Putri Diana sebelum Meninggal, 5 Fakta soal Dodi Al Fayed

Baca: CPNS 2018 Dibuka Bulan Juli, Catat Tanggal dan Persyaratan yang Harus Dilengkapi

Baca: Berikut Daftar 10 Pemain Paling Dibenci di Dunia, Di Antaranya Sergio Ramos setelah Cederai Salah

Baca: Berikut 5 Nama Capres dan 9 Cawapres Rekomendasi PA 212, Eggi Sebut Siap Cawapres Prabowo

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved