Rayakan Waisak Umat Buddha di Vihara Bodhi Gaya Doakan Korban Teror

Dalam ibadah itu, terlihat seluruh umat melaksanakan dengan hening dan sangat menikmati acara ibadah tersebut

Tribun Medan / Frengki Marbun
Umat Buddha Vihara merayakan hari raya Waisak 2562 di Vihara Bodhi Gaya, Jalan Karya Sejati, Kelurahan Polonia, Kecamatan Poloni 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Umat Buddha seluruh Indonesia merayakan Hari Raya Waisak 2562. Tak terkecuali, umat Buddha di Medan, tepatnya di Vihara Bodhi Gaya, Jalan Karya Sejati, Kelurahan Polonia, Kecamatan Polonia.

Puluhan umat yang berada di Vihara tersebut, terlihat melaksanakan ibadah Maha Puja pada pukul 08.30 WIB. Dalam ibadah itu, terlihat seluruh umat melaksanakan dengan hening dan sangat menikmati acara ibadah tersebut

Pandita Vihara Bodhi, Narenadrath mengatakan acara ibadah Waisak tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu.

"Tahun lalu sangat meriah, tetapi tahun ini sangat sederhana, karena dengan peristiwa teror yang terjadi akhir-akhir ini. Hal itu membuat kami sebagai unta Buddha, sangat sedih dan terus mengumandangkan dia terhadap korban yang mengalami teror itu," ucapnya di Vihara Bodhi, Tepat Selasa (29/5/2018),

Ia pun menambahkan bahwa, dengan perayaan hari raya Waisak tahu ini, semoga persatuan semakin kental.

"Tema untuk Waisak tahun ini, harmoni dalam kebhinekaan untuk bangsa. Dengan tema ini, kita sebagai umat beragama harus lebih bersatu melawan teror yang melanda negeri kita ini," katanya lagi.

Dalan perayaan Waisak tahun ini, Vihara yang terletak di Jalan Karya Sejati, Kecamatan Medan Polonia ini, hanya melangsungkan ibadah secara sederhana, demi menghormati korban teror yang melanda Indonesia.

Sedangkan di Vihara Ashoka Jalan Mongonsidi, terlihat semua umat mengumandangkan doa kepada korban teror terjadi akhir-akhir ini.

Umat Vihara Ashoka bernama Nyana Kumar, mengatakan perayaan hari raya Waisak tahun ini terlihat sederhana untuk menghormati korban teror yang terjadi di Indonesia.

Dalam ibadah tersebut, acara pemandian Arca Buddha pada pukul 10.00 WIB. Dan perayaan Waisak terlihat cukup sederhana.

"Perayaan Waisak tahun ini memang cukup sederhana, untuk menghormati korban teror yang terjadi. Kami juga mendoakan korban yang dilanda teror. Untuk perayaan pentas seni, kami tiadakan karena umat muslim akan melakukan salat tarawih. Dan kebetulan pentas seninya malam, jadi kami tiadakan," ucap pria yang berpakaian kemeja putih tersebut.

(Cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved