Sudah Ada Tanda-tanda sebelum Kecelakaan! Begini Pengakuan Kernet Bus Barumun Nahas

Mata kanannya biru lebam, sisi mata kanannya terbungkus perban. Punggung tangan kirinya diinfus.

Sudah Ada Tanda-tanda sebelum Kecelakaan! Begini Pengakuan Kernet Bus Barumun Nahas
Tribun MEDAN/DOHU LASE
Fatimah menyuapi suaminya Erlin Harahap (44), kernet bus Barumun di ruang Zamrud III Rumah Sakit Umum Trianda, Selasa (29/5/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Dohu Lase

TRIBUNMEDAN.COM, MEDAN – Erlin Harahap (44) terbaring lemas di ranjang ruang rawat Zamrud III Rumah Sakit Umum Trianda, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, Selasa (29/5/2018) petang.

Baca: BREAKING NEWS: Korban Bus Barumun, Rumadi: Bus Terguling-guling, Penumpang Tertindih dan Terantuk

Baca: Tinggalkan Bus Setelah Kecelakaan Polisi Buru Supir Bus Barumun

Tampak sesekali ia mengerang kesakitan sambil bergumam tak jelas. Mata kanannya biru lebam, sisi mata kanannya terbungkus perban. Punggung tangan kirinya diinfus.

Erlin adalah kernet bus Barumun jurusan Padanglawas - Medan yang mengalami kecelakaan tunggal di Tol Kuala Namu – Tebingtinggi kilometer 64-800, Selasa (29/5/2018) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kepada Tribun Medan, Erlin mengungkapkan, kejadian nahas tersebut berlangsung sangat cepat.

“Cepat sekali kejadiannya. Awalnya terdengar suara keras dari bagian kiri depan bus, kemudian seketika bus oleng ke kiri dan menabrak besi pembatas jalan, lalu terjun dan terguling ke jurang,” ungkapnya mengisahkan.

Baca: Direktur Lalu-Lintas Polda Sumut Menduga Kecelakaan Bus Barumun Akibat Pecah Ban

Baca: Bantah Bus Barumun Ngebut, Anak Kondektur Terisak Melihat Ayahnya Terluka 

Pihak tol menarik bus Barumun yang jatuh ke jurang kawasan jalur tol Tebing Tinggi Medan Desa Tanah Raja Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai Selasa, (29/5/2018).
Pihak tol menarik bus Barumun yang jatuh ke jurang kawasan jalur tol Tebing Tinggi Medan Desa Tanah Raja Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai Selasa, (29/5/2018). (Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar)

Dikatakannya, kondisi bus sudah menunjukkan pertanda tak bagus sesaat akan memasuki pintu Tol Kuala Namu – Tebingtinggi.

“Memang udah ada tanda-tanda dari awal pas mau masuk pintu tol Tebingtinggi. Ada bunyi-bunyi gitu. Namun ditancap aja sama sopirnya. Kata kawan itu enggak apa-apa,” ujarnya.

Terkait luka-luka yang dideritanya, ia berharap pihak perusahaan Barumun menanggung segala biaya pengobatannya hingga sembuh.

Baca: Bus Barumun Masuk Jurang di Tepi Jalan Tol Medan-Tebing, Ada Penumpang Tewas, 10 Luka

Seorang penumpang lain, Iqbal Syafaat Harahap (28), mengaku sedang tidur saat kecelakaan terjadi. Begitu juga dengan dua penumpang lainnya, Syahril Hasibuan (61) dan Lisa Maimuna br Hasibuan (18).

“Kami masih tidur saat kecelakaan terjadi. Cepat kejadiannya, seperti mimpi. Dalam kondisi setengah sadar, kami terguling-guling di dalam bus, dan baru sadar setelah bus berhenti berguling,” kata Syahril.

Pria ini mengaku mengalami luka di bagian atas kepalanya.

“Sama bang, untuk kejadiannya aku kurang tahu persis, karena saat itu aku sedang tidur. Aku terbangun karena dengar jeritan, dan langsung membentur dinding bus. Porak-poranda lah pokoknya,” tambah Iqbal yang mengalami keseleo di bagian lengan kanan atas dan sedikit luka di bagian wajahnya.

Sebelumnya, informasi yang dikumpulkan di rumah sakit ada satu orang penumpang yang tewas dalam kejadian ini yakni Hamdani Harahap (45) warga Gunung Tua. Sementara itu 10 orang penumpang lainnya di larikan ke rumah sakit Trianda Desa Pasar Bengkel Kecamatan Perbaungan.

(cr16/tribunmedan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved