Ahmadiyah Gelar Buka Puasa Bersama Sahabat Lintas Iman

Jemaat Ahmadiyah Medan menggelar buka puasa dan silaturahmi bersama bersama tokoh masyarakat dan sahabat lintas iman.

Ahmadiyah Gelar Buka Puasa Bersama Sahabat Lintas Iman
HO
JEMAAT Ahmadiyah Medan menggelar buka puasa dan silaturahmi bersama bersama tokoh masyarakat dan sahabat lintas iman di Masjid Mubarak Krakatau, Medan, Minggu (27/5/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Jemaat Ahmadiyah Medan menggelar buka puasa dan silaturahmi bersama bersama tokoh masyarakat dan sahabat lintas iman di Masjid Mubarak Krakatau, Medan, Minggu (27/5/2018). Pasa sahabat lintas iman yang hadir berasal dari ASB (Aliansi Sumut Bersatu), YIPC Medan (Youth Interfaith Peacemaker Community), dan FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran). Perwakilan Jemaat Ahmadiyah Medan, Anto mengatakan, acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan hubungan baik dengan sahabat lintas iman dari berbagai komunitas yang diundang.  Dikatakannya, acara buka bersama silaturahmi ini dilaksanakan sekaligus merayakan tasyakur 110 tahun Khilafat Ahmadiyah.

Dalam ceramahnya, Muballigh Idris menjelaskan bahwa Khilafat Ahmadiyah yang sudah berusia 110 tahun ini bukan Khilafat politik melainkan Khilafat ruhani saja. Sehingga berdirinya Khilafat Ahmadiyah tidak membutuhkan wilayah teritorial melainkan hanya dipimpin oleh seorang Khalifah ruhani (spiritual leader) saja. Idris juga menambahkan bahwa ketaatan kepada pemerintah yang sah adalah wajib bagi para pengikut Ahmadiyah dimanapun mereka berada. Hal ini juga merupakan petunjuk dari Rasulullah s.a.w bahwa cinta tanah air adalah bagian dari keimanan.

Dikatakan idris, Khilafat Ahmadiyah juga memberikan sumbangsih dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Saat itu Khalifah Ahmadiyah yang kedua, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad memerintahkan kepada seluruh Ahmadi di dunia untuk berdoa dan berpuasa rutin Senin dan Kamis demi terwujudnya kemerdekaan Indonesia.  

Baca: Studi Banding ke Ahmadiyah, Mahasiswa Diajak Berbuat untuk Kemaslahatan

“Dan setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Khalifah Ahmadiyah yang kedua meminta seluruh Muballigh Ahmadiyah yang tersebar di seluruh dunia untuk menggaungkan berita kemerdekaan ini supaya banyak negara-negara yang lain juga turut mengakui kemerdekaan Indonesia. Sehingga, salah seorang Muballigh Ahmadiyah, Sayyid Shah Muhammad mendapatkan penghargaan dari pemerintah RI atas jasanya menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia dalam bahasa Urdu dan Inggris,” katanya.

Heri Syahputra, perwakilan ASB dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas undangannya dan mengharapkan agar kerja sama dengan Ahmadiyah dapat terus berlanjut demi kemaslahatan sesama manusia. Hal senada disampaikan perwakilan dari YIPC. YIPC mengatakan, tujuan dibentuknya komunitas YIPC adalah untuk mengupayakan perdamaian. “Maka event seperti ini perlu untuk terus dilaksanakan dengan mengembangkan dialog antar komunitas lintas iman untuk membangun kerukunan dan toleransi.,” katanya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved