ASN Penjaga Sekolah Terlibat Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Modusnya Berbelanja di Pasar

Kedua pelaku ditangkap di Jalan Beringin Pasar 7, Kecamatan Percut Seituan, saat melakukan peredaran uang palsu.

ASN Penjaga Sekolah Terlibat Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Modusnya Berbelanja di Pasar
TRIBUN MEDAN/FRENGKI MARBUN
Dua pelaku pengedar uang palsu ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Timur. Pelaku berjumlah dua orang bernama, Syahri Ramadhan Dongoran (40) warga Jalan Pasar 7, Kecamatan Percut Seituan, dan Deni Alvi Maulana (24) warga Jalan Sederhana Dusun VII Cempaka Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (5/6/2018) Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dua pelaku pengedar uang palsu ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Timur. Pelaku berjumlah dua orang bernama Syahri Ramadhan Dongoran (40) warga Jalan Pasar 7, Kecamatan Percut Seituan, dan Deni Alvi Maulana (24) warga Jalan Sederhana Dusun VII Cempaka Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

Kedua pelaku ditangkap di Jalan Beringin Pasar 7, Kecamatan Percut Seituan, saat melakukan peredaran uang palsu. Diketahui, seorang pelaku berprofesi ASN atau tepatnya penjaga sekolah.

Menurut pengakuan dari kedua pelaku, peredaran uang palsu tersebut sudah dua kali dilakukan di kawasan Medan Tembung.

"Sudah dua kali. Di daerah pasar Medan Tembung saat belanja," ucap Syahri dengan kaki gemetar.

Ketika menjawab pertanyaan Tribun-medan.com, Syahri dan Deni mengaku kerap mengedarkan uang palsu dengan modus berbelanja.

"Kemarin waktu di pasar Medan Tembung uang palsunya enggak ketuahuan. Karena mau belanja, jadi enggak diperhatikan," ucap Deni sembari menundukkan kepala.

Terkait cara mencetak uang palsu itu, kedua pelaku melakukan secara otodidak atau tanpa bantuan orang lain.

"Kami berdua. Kami cari internet cara mencetak uang palsu. Setelah itu, kami buat dan beli alatnya serta dicetak pakai printer dan diedarkan," ungkapnya.

Peredaran uang palsu yang dilakukan kedua pelaku akhirnya bocor, setelah warga Jalan Beringin Pasar 7, melapor ke pihak kepolisian, dan akhirnya menangkap kedua pelaku.

Sesuai pengakuan pelaku, hasil dari peredaran uang palsu tersebut, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Untuk kebutuhan sehari-hari. Enggak ada yang lain," ucapnya lagi.

Meski berstatus ASN yang menjaga penjaga sekolah, Syahri seepertinya tidak paus dengan penghasilannya. Hingga nekat mengajak Deni untuk mencetak uang palsu, kemudian diedarkan di pasar dengan modus berbelanja. (cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Frengki Marbun
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved