Modus Peredaran Uang Palsu Dipakai Berbelanja ke Pasar, Kapolsek Wilson Imbau Warga Lebih Teliti

Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu mengatakan agar warga berhati-hati saat menerima uang ataupun orang yang ingin menukarkan uang.

Modus Peredaran Uang Palsu Dipakai Berbelanja ke Pasar, Kapolsek Wilson Imbau Warga Lebih Teliti
TRIBUN MEDAN/FRENGKI MARBUN
Dua pelaku pengedar uang palsu ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Timur. Pelaku berjumlah dua orang bernama, Syahri Ramadhan Dongoran (40) warga Jalan Pasar 7, Kecamatan Percut Seituan, dan Deni Alvi Maulana (24) warga Jalan Sederhana Dusun VII Cempaka Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (5/6/2018) Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-NEDAN.COM, MEDAN - Terkuaknya pelaku peredaran uang palsu atas nama Syahri Ramadhan Dongoran (40) dan Deni Alvi Maulana (24), memunculkan kekhawatiran warga terkait penangkapan pelaku pengedaran uang palsu.

Baca: Duh, Dua Gadis Remaja Ini Menangis Ingin Foto Bareng SBY, hingga Rela Tunda Makan Berbuka Puasa

Baca: ASN Penjaga Sekolah Terlibat Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Modusnya Berbelanja di Pasar

Baca: Cetak Biru Perawatan Penyakit Kanker Payudara, Wanita Ini Sembuh Total Usai 22 Bulan Berjuang

Di saat paparan kedua pelaku pengedar uang palsu, Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu mengatakan agar warga berhati-hati saat menerima uang ataupun orang yang ingin menukarkan uang.

"Dengan penangkapan pelaku pencetak sekaligus pengedar uang palsu ini, kita sudah mengetahui modus pelaku mengedarkan dan bagaimana cara mengedarkan uang palsu tersebut. Jadi, kalau sedang berbelanja berhati-hatilah saat menerima uang kembalian hasil belanja," ucapnya kepada Tribun Medan.

Ditangkapnya pelaku pengedar uang palsu, diketahui kedua pelaku beraksi di pasar saat berbelanja dengan menggunakan uang palsu.

Lantaran karena momen menjelang Idul Fitri, perwira kepolisian berpangkat kompol ini mengimbau agar warga lebih teliti saat menerima uang, terutama saat di pasar .

Baca: Pengendara Nekad Tabrak Kapolres Ternyata Pelaku Begal yang Bawa Sajam dan Sabu

Baca: Modus Jadi Pacar, Oknum Guru Agama Tega Cabuli Tiga Santrinya Menyulut Emosi Warga

"Kita sudah mengetahui bagaimana pelaku mengedarkan. Apalagi di momen menjelang Idul Fitri, harus lebih teliti mengecek uang untuk memastikan apakah uang palsu atau tidak. Karena di saat momen seperti ini, peredaran uang palsu akan semakin marak, terutama di pasar," ungkapnya lagi.

Untuk diketahui, sesuai imbauan pemerintah, cara pengecekan uang palsu cukup dengan 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang). Dengan melakukan hal tersebut, seseorang bisa lebih menilai uang palsu atau tidak. 

(c r14/tribun-medan.com)

Penulis: Frengki Marbun
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved