Ramadan 1439 H

Daging Kerbau Beku Milik Bulog Semakin Diminati, Bulog Tambah Stok 130 Ton, Rasa Tak Kalah dari Sapi

Benhur Ngkaimi, ditemui di Kantor Bulog Divre I, mengatakan, sebelumnya Bulog Sumut telah memiliki stok daging beku sekitar 200 ton

Daging Kerbau Beku Milik Bulog Semakin Diminati, Bulog Tambah Stok 130 Ton, Rasa Tak Kalah dari Sapi
Tribun Medan/Ayu Prasandi
Kepala Perum Bulog Sumut, Benhur saat ditemui di Kantor Bulog Divre I Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre I Sumatera Utara (Sumut) kembali menambahkan sebanyak 130 ton daging beku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran mendatang.

Kepala Perum Bulog Sumut, Benhur Ngkaimi, ditemui di Kantor Bulog Divre I, mengatakan, sebelumnya Bulog Sumut telah memiliki stok daging beku sekitar 200 ton dan kemudian dilakukan penambahan.

“Karena semakin banyaknya permintaan, kemudian dilakukan penambahan lagi sebanyak 130 ton tersebut dan telah didistribusikan,” ujarnya, Jumat (8/6/2018).

Ia menjelaskan, adanya peningkatan permintaan daging beku yang merupakan daging Kerbau tersebut membuktikan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat akan daging yang dijual Bulog sudah cukup tinggi.

“Sudah banyak masyarakat yang kemudian tertarik dengan daging yang disediakan serta sudah mengetahui kualitas serta rasanya yang tidak kalah dengan yang ada di pasaran,” jelasnya.

Ia menerangkan, daging beku tersebut bisa didapatkan di pasar-pasar murah yang memang sedang digelar Bulog di beberapa lokasi seperti di beberapa pasar tradisional dan juga bisa dibeli di kantor Bulog Sumut.

“Sepertinya daging sapi beku yang dijual oleh Bulog sudah banyak dikenal masyarakat dan memang memiliki rasa yang tidak kalah dari daging sapi lainnya. Jadi ini mungkin bukan hanya saat mendekati Lebaran, tetapi juga akan menjadi konsumsi umum masyarakat di Sumut,” terangnya.

Ia menuturkan, daging di samping dalam rangka instrument untuk menstabilisasi harga, juga bagian dari bisnis Bulog. Oleh karena itu, semakin banyak masyarakat yang suka maka akan semakin bagus.

“Apalagi memang kualitas daging yang dijual Bulog adalah kualitas yang terbaik sehingga masyarakat tidak perlu ragu,” tuturnya.

Ia  mengungkapkan, hingga saat ini stok daging di Indonesia khususnya di Sumut cukup. Apalagi beberapa waktu lalu Indonesia baru melakukan impor daging sebanyak 100 ribu ton sehingga stok cukup.

“Sumut menjadi satu dari tiga provinsi terbaik yang sudah berhasil menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Dan itu adalah sesuatu yang aneh karena selalu harga di atas HET dan tahun ini berada di bawah HET,” ungkapnya.

Ia mengatakan, hal tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan stok dan jalur distribusi yang tidak ada hambatan, kemudian juga satgas opngan yang sudah intens untuk melakukan monitoring agar menjaga stabilisasi harga.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved