Breaking News:

Penahanan Dosen Himma Ditangguhkan, Pengamat Hukum Sebut Diskresi Polisi, Kasus Tetap Jalan

Pengamat Hukum, Nuriono mengatakan pengguhan tersebut dilakukan karena diskresi kepolisian.

Tribun Medan/M FADLI
Himma Dewiyana Lubis dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -Kabar yang beredar bahwa dosen Himma Dewiyana Lubis ditangguhkan pihak kepolisian dibenarkan tim hukum KAHMI Medan.

Kasus yang menerpa dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara itu, bermula saat cuitannya di jejaring sosial Facebook dengan bunyi "Skenario pengalihan yang sempurna... #2019Ganti Presiden".

Dalam status facebooknya tersebut memunculkan polemik dan komentar netizen. Namun, pada Jumat (8/6/2018)  Dosen HDL akan ditangguhkan.

Pengamat Hukum, Nuriono mengatakan pengguhan tersebut dilakukan karena diskresi kepolisian.

"Penangguhan penanganan bisa dilakukan, karena itu adalah diskresi kepolisian. Biasanya diskresi itu didasari karena tersangka tidak melarikan diri, kurangnya alat bukti, dan tidak akan melakukan perbuatan hal yang sama. Dalam penangguhan penahanan biasanya sifatnya sensitif," ucapnya kepada jurnalis Tribun Medan.

Alumni Universitas Medan Area ini juga menjelaskan bahwa, dengan adanya penangguhan penahanan, proses penyidikan tidak akan dihentikan.

"Proses penyidikan tidak berhenti, tetap jalan. Lain dengan SP3, kalau SP3 berarti kasus HDL diberhentikan, inikan masih ditangguhkan," ucapnya lagi.

Nuriono menambahkan, jika penangguhan itu terjadi kemungkinan Dosen HDL bisa keluar akan tetapi proses penyidikan tetap berlanjut.

"Proses penyidikan tetap jalan. Tetapi, terkait perkaranya bisa saja terus berjalan. Intinya, kalau dosen HDL ditangguhkan, bisa saja dia tahanan kota, atau tahanan rumah," tambahnya.

(Cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved