PDAM Tirtanadi Siagakan Persiapan Jelang Libur Panjang

Melalui Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin, PDAM Tirtanadi mengaku siap menghadapi libur panjang lebaran ini

PDAM Tirtanadi Siagakan Persiapan Jelang Libur Panjang
TribunMedan/Elvira
Kepala Sekretaris Umum PDAM Tirtanadi, Jumirin saat membagikan takjil di sekitaran Jalan SM. Raja Medan, Jumat (9/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Melalui Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin, PDAM Tirtanadi mengaku siap menghadapi libur panjang lebaran ini. Ia mengatakan, jelang lebaran, pasokan air akan aman. 

Tidak hanya itu, menanggapi berbagai keluhan warga mengenai kualitas dan kuantitas air, PDAM Tirtanadi menjamin bahwa air pengolahan mereka sesusai standar Permenkes Nomor 492 Tahun 2010.

“Dalam menghadapi libur panjang ini, kami sudah rapat kemarin dan diintruksikan kepada seluruh cabang, kepala unit kerja untuk standby melayani pelanggan. Ketika ada keluhan, langsung ditindaklanjuti. Jelang lebaran, InsyaAllah aman. Cuma kan kita enggak tahu namanya alam, tahu-tahu pecah pipa, kan enggak mungkin kita tahu, itu namanya bencana. Enggak bisa diprediksi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Nomor 1, Medan, Jumat (8/6/2018).

Ia mengatakan, sejumlah persiapan seperti bahan baku pengolahan air, BBM dan lainnya sudah disiagakan untuk menghadapi libur panjang

Dikatakannya, persiapan tersebut menjadi kebutuhan agar tidak ada kendala saat menghadapi libur lebaran. Namun tetap saja, Jumirin mengatakan, PDAM Tirtanadi tidak bisa menjamin lancarnya air.

“Harapan kita seperti itu, tapi jaminan untuk bisa lancar, enggak kami jamin juga sih. Namanya musibah, mana bisa kita prediksi. Misalnya pipa pecah tadi. Tapi secara umum, bisa kami sampaikan, bahwa air masih normal,” katanya.

Dia menjelaskan, secara umum PDAM Tirtanadi telah mengantisipasi apabila terjadi berbagai kendala, segera langsung bisa ditangani. Dari sisi material, PDAM Tirtanadi telah menyiapkan bahan baku dan BBM jika terjadi pemadaman listrik.

Lebih lanjut, dalam menanggapi keluhan warga Kecamatan Medan Polonia mengenai air berbau dan berwarna coklat, Jumirin menjelaskan hal tersebut bisa terjadi karena pipa mengalami kebocoran, sehingga material tanah masuk ke air yang mengalir ke rumah pelanggan. Menanggapi hal tersebut, Jumirin meminta agar agar warga melaporkannya secara lengkap.

“Makanya kita harapkan, kalau misalnya ada laporan yang masuk, kasih alamatnya lengkap, nomor berapa, atau di dekat apa. Jadi segera bisa kita cek. Kalau enggak ada alamat lengkapnya kan, kita enggak tahu, meraba-raba,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved