Guru MAN Lubukpakam yang Terjaring Operasi Tangkap Tangan Dilepaskan Polisi

Guru-guru dan pegawai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara

Guru MAN Lubukpakam yang Terjaring Operasi Tangkap Tangan Dilepaskan Polisi
Barang bukti uang yang sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM-Guru-guru dan pegawai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara yang sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Deliserdang telah dilepaskan.

Informasi yang dihimpun mereka sudah dilepaskan pada Jum,at, (8/6/2018) malam atau sekitar 12 jam setelah ditangkap.

Meski demikian pihak kepolisian disebut masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sayang, dalam kasus ini pihak kepolisian juga belum bersedia untuk terbuka dan berkomentar banyak.

Hingga kini belum dapat dipastikan berapa orang guru/pegawai yang sebelumnya ditangkap oleh polisi. Sumber di kepolisian menyebutkan ada empat orang namun dari pihak sekolah disebut ada 7 orang. 

Kapolres Deliserdang, AKBP Eddy Suryantha Tarigan yang dikonfirmasi mengenai kasus OTT ini menyarankan agar perkembangannya dapat ditanyakan langsung kepada Kasat Reskrim. " Kasusnya tanyakan sama Kasat Reskrim saja ya. Saya ini sedang ibadah,"kata Eddy Minggu, (10/6/2018).

Saat ditanyai Ruzi Gusman sendiri tidak menampik kalau oknum guru dan pegawai yang terjaring OTT sebelumnya telah dilepaskan.  Namun demikian ia belum bersedia untuk bercerita banyak. " Belum bisa kasi klarifikasi masih penyelidikan dan pengembangan,"kata Ruzi yang tidak bersedia menjawab alasan dilepaskan.

Sementara itu Wakapolres Deliserdang yang juga merupakan Ketua tim saber pungli Deliserdang, Kompol Arnis Syafni Yanti mengaku tidak mengetahui kasus ini. Meski sudah dua hari namun ia menyebut belum ada mendapat laporan.

"OTT dimana?, kapan?. Saya belum ada dapat laporan. Ya hari Sabtu itu saya sibuk juga karena bapak Kapolda ada datang. Saya penanggung jawab acara kedatangan bapak Kapolda itu. Nantilah saya cari tahu dulu,"kata Arnis. 

Peristiwa OTT sendiri dilakukan oleh pihak kepolisian pada Jum,at lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Dari salah satu ruangan sekolah polisi berhasil mengamankan barang bukti uang tunai Rp 165 jutaan. Diduga uang ini sebelumnya didapat pihak sekolah dari walimurid pada saat proses pendaftaran ulang.

 (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved