Isak Tangis Keluarga Pecah di Rumah Jhon Sahat Sagala, Pejabat Disnaker Meninggal Mendadak

Rupanya saat ia berada di Kantin ia sempat jatuh, sehingga harus dilarikan ke klinik Polres.

Isak Tangis Keluarga Pecah di Rumah Jhon Sahat Sagala, Pejabat Disnaker  Meninggal Mendadak
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Jenazah Jhon Sahat Sagala saat disemayamkan di rumah duka 

Erick menuturkan bahwa saat mendengar kabar pak Jhon meninggal dunia tadi sore ia cukup terkejut, karena tidak menyangka pak Jhon sangat cepat meninggal dunia

"Terkejut juga pas denger pak Jon meninggal. Aku dengar informasi dia meninggak karena sakit jantung kumat dan sempat dilarikan ke RS Grand Medistra Lubuk pakam, tapi nyawanya tidak tertolong," ujar Erick.

Jhon sendiri meninggalkan seorang istri bernama Lina Hutabarat dan dua orang anak bernama Sheren Morni Utami (23) yang bekerja di PT Japfa dan anak kedua bernama Andre Dunan (21) yang saat ini kuliah di STT PLN di Jakarta Selatan.

Saat di dalam rumah duka, terlihat anak pertama Jhon, Sheren yang mengenakan pakaian hitam dengan rambut yang disanggul, memakai kain batik berwarna merah corak emas untuk menutupi bagian badannya hingga kebawah. Serta memakai jam tangan bertali cokelat disebelah kanan.

Terlihat ia sesekali menyeka air matanya saat menjumpai teman-temannya yang bergantian datang memasuki ruang tamu rumah tersebut, sebelum dimakamkan.

"Sabar ya ren, sabar ya," terdengar ucapan dari teman-temannya memberikan semangat agar Sheren kuat menghadapi kepergian bapaknya tersebut.

Sementara istri Jhon, Lina Hutabarat yang juga mengenakan baju berwarna hitam, dengan memakai kain penutup merah corak sama dengan anaknya, terlihat duduk berada disamping kiri bawah jenazah suaminya yang ditutupi kain berwarna putih tembus pandang.

Berulang kali Lina tak henti-hentinya terus memandangi wajah suaminya. Sambil sesekali ia juga menyeka air matanya.

Tepat disamping kiri di suaminya, terduduk seorang wanita tua renta yang duduk diatas bangku lipat berwarna merah yang diduga ibu kandung korban.

Namun ibu dan anak tersebut tidak bisa diwawancarai dan pihak keluarga, karena masih dalam suasana berkabung.

Halaman
123
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved