Nekat Selfie di Tebing Devil's Tears, Turis Tiongkok Tewas Digulung Ganasnya Ombak Lembongan

Ia berdiri di bibir tebing setinggi sekitar 50 meter, yang di bawahnya merupakan lautan Samudera Hindia yang memiliki gelombang ganas.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Sejumlah wisatawan saat menikmati cipratan gelombang di tebing Devil Tears di Nusa Lembongan, beberapa waktu lalu. Destinasi wisata ini dianggap sangat berbahaya, karena kerap memakan koban jiwa. 

TRIBUN-MEDAN.com-Turis asal Tiongkok, Liang Wanchang (46), meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing Devil’s Tears, Desa Lembongan, Klungkung, Minggu (10/6/2018).

Wisatawan dengan No Lasport EA8417586 itu terjatuh dari tebing setinggi sekitar 50 meter, setelah terhempas gelombang saat sedang selfie di atas tebing terjal.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika menjelaskan, kejadian kecelakaan di obyek wisata itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita.

Obyek wisata tersebut selama ini dikenal menjadi salah satu lokasi wisata favorit, karena memiliki water blow (muncratan air laut) yang tinggi hingga melebihi tebing terjal.

Jenazah wisatawan asal Tiongkok, Liang Wanchang, ketika berada di Puskesmas Nusa Penida II Desa Jungutbatu, Minggu (10/6/2018).
Jenazah wisatawan asal Tiongkok, Liang Wanchang, ketika berada di Puskesmas Nusa Penida II Desa Jungutbatu, Minggu (10/6/2018). 

Seperti wisatawan pada umumnya, saat kejadian korban hendak selfie, dengan layar belakang muncratan air laut.

Ia berdiri di bibir tebing setinggi sekitar 50 meter, yang di bawahnya merupakan lautan Samudera Hindia yang memiliki gelombang ganas.

"Jadi korban berdiri di bibir tebing, dan hendak selfie sembari menunggu muncratan gelombang sebagai latar belakangnya. Tapi tiba-tiba muncratan ombaknya sangat besar hingga menghantam tubuh korban. Ia lalu terpeleset dan jatuh ke laut," jelas Suastika, Minggu (10/6/2018).

Tubuh korban lalu tenggelam digulung ganasnya gelombang di bawah tebing Devil Tears.

Masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian itu berusaha menolong. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan dan tubuh korban yang tenggelam, warga hanya bisa memantaunya dari atas tebing.

"Beberapa saat kemudian, tubuh korban pun mengambang. Kemudian warga berusaha mengevakuasi  tubuh korban.  Setelah berhasil dievakuasi, tubuh korban dibawa ke Puskesmas Nusa Penida II Desa Jungutbatu," kata Suastika.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban pun dinyatakan sudah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dikirim ke RSUP Sanglah Denpasar, sambil menunggu keputusan pihak keluarga.

Sebelumnya pada 6 Maret 2018, dua orang wisatawan asal Tiongkok, Wu Shanshem (31) dan Yang Lin (32), juga jatuh dari tebing Devil’s Tears di Desa Lembongan.

Kedua wisatawan tersebut bermaksud menikmati keindahan ombak dan pelangi dari atas tebing. Tiba-tiba datang ombak besar dan kedua wisatawan itu tertarik ombak hingga jatuh ke laut.

Untungnya kedua wisatawan tersebut berhasil diselamatkan oleh Jack wisatawan asal Australia dan Komang Agus Sudiantara asal Desa Jungutbatu. Saat itu, keduanya kebetulan ada di lokasi kejadian. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Asyik Selfie di Tebing Devil Tears, Wisatawan Tiongkok Tewas Digulung Ganasnya Ombak Lembongan.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved