Saat TNI AL Dipusingkan Ulah Seekor Buaya, Petugas Patroli dan Berharap Tangkap Hidup-hidup

"Bisa ditangkap hidup-hidup. Kalau untuk me-rescue saya sarankan malam hari karena siang buaya terganggu"

ilustrasi/you tube

TRIBUN-MEDAN.COM - Petugas TNI AL dipusingkan oleh seokor reptil buaya yang sempat berkeliaran di pantai atau sekitar kawasan dermaga pondok dayung, Pangkalan TNI Angkatan Laut (AL), Tanjung Priok.

Bagaimana tidak, petugas harus mengatur patroli laut untuk mengangkapnya, karena reptil tersebut sewaktu-waktu bisa memangsa siapa saja jika tidak waspada.

Namun disisi lain, Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Benfica berharap pihak TNI AL menangkap hidup-hidup buaya yang muncul.

Benefica mengatakan, buaya dengan panjang sekitar 3 meter tersebut termasuk hewan yang dilindungi.

"Saya minta tetap jangan dibunuh karena itu buaya maura dilindungi," ujar Benfica saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (16/6/2018). 

Benfica mengatakan, buaya tersebut bisa ditangkap tanpa harus membunuhnya. Caranya, penangkapan dilakukan malam hari dengan pencarian menggunakan sorot lampu.

Baca: Peristiwa Langka, Kakak-Adik Melahirkan di Hari yang Sama, Ini yang Kedua Kalinya

Baca: Hasil KROASIA vs NIGERIA: Diwarnai Gol Bunuh Diri, Luka Modric Sukses Eksekusi Penalti

Pantulan dari mata buaya berwarna kehijauan akan sangat terlihat ketika malam hari. Adapun pencarian buaya akan sulit dilakukan pada siang hari karena buaya merasa terganggu dengan kondisi lingkungan.

Cara tersebut, kata Benfica pernah dilakukan saat melakukan penangkapan buaya di kawasan Muara Gembong dimana saat itu buaya masuk ke tambak milik nelayan.

"Bisa ditangkap hidup-hidup. Kalau untuk me-rescue saya sarankan malam hari karena siang buaya terganggu. Kalau misalnya mau, ayo kami bantu me-rescue sama-sama," ujar Benfica. Personel TNI AL yang berjaga di Dermaga Pondok Dayung sempat menembak buaya yang muncul di dermaga tersebut, Jumat (15/6/2018).

Baca: Silaturahmi ke Istana Bertemu Jokowi, Anies-Sandi Disoraki Tamu hingga Suryo Prabowo Berkomentar

Anggota TNI yang berjaga menembak buaya tersebut di bagian belakang kepala. Setelah penembakan itu, pihaknya menyisir kawasan dermaga. Namun, hingga kini, buaya tersebut belum juga ditemukan.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved