Aryati Sempat Menerima Telepon Anaknya Saat Berada di Kapal

Suasana kediaman rumah Affandi (fandi) salah satu penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang belum

Penulis: Satia |
Kediaman Affandi (Fandi) salah korban hilang KM Sinar Bangun, di Jalan Satria, Lorong Arjuna, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018).(TribunMedan/Satia). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUNMEDAN.com, MEDAN- Suasana kediaman rumah Affandi (fandi) salah satu penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang belum ditemukan tampak langit-langit mendung sekira pukul 15.30 WIB.

Bertempat di area Jalan Besar Deli Tua, Jalan Satria, Lorong Arjuna, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Akes menuju rumah tersebut memasuki sebuah Gang dan di dalamnya tersdapat beberapa lorong.

Pantauan TribunMedan.com saat mencari keberadaan rumah tersebut mendapati sedikit kesulitan, dikarenakan minimnya informasi yang diterima.

Sebelumnya informasi keberadaan rumah tersebut didapati oleh salah satu keluarga korban hilang bernama Khayria Handayani.

 Fandi adalah anak kandung Ganefo Aryati, korban kapal tenggelam yang berangkat bersama rekan-rekannya menggunakan sepedo motor pada Sabtu 16 Juni 2018 malam.

Sebelumnya, Fandi juga berpamitan dengan Aryati untuk pergi ke Danau Toba melakukan wisata alam.

Diketahui Kapal Motor (KM) Sinar Bangun mengalami kecelakan di Danau Toba lintas penyebarangan Ajibata - Tigaras pada Senin 18 Juni 2018 pukul 17.30 WIB lebih kurang.

Ia sangat berharap anaknya Fandi segera kembali dengan keadaan sehat, dikarenakan kedua anaknya bernama Ezi sembilan tahun dan Kiban sekira lima tahun. Ia juga sebagai ketua dari Slanker's di Kota Medan.

"Dia itu juga ketua Slanker's. Dia juga ketua komunitas Vespa. Saya harap dia kembali, lihat anaknya ini pasti rindu sama bapaknya," ucapnya.

12 jam sudah pencarian dilakukan oleh tim gabungan Badan Sar Nasional, Satpolair, Dinas Perhubungan dan beberapa relawan yang turut membantu.

"Ayahnya sama omnya sudah berangkat tadi pagi untuk mengetahui kondisi dan informasi terkini tentang keberadaan Fandi," katanya.

Aryati juga bercerita sempat menelepon anaknya saat berada di kapal tersebut.

Ia menelpon bermaksud menanyakan keberadaan sekaligus memberi kabar bahwa anaknya bernama Ezi sakit.

Dia juga mengatakan, kemungkinan sang anak mengetahui dan mengalami kontak batin dengan sang ayah yang sedang mengalami musibah.

"Saya harap ia pulang dengan selamat dan bertemu dengan anaknya," ucapnya

(Cr19/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved