Pilgub Sumut

Pendukung Djoss-Eramas Adu Suara, Penyelenggara Debat Hadirkan Dua Sosok Kontroversial Ini

Setiap pendukung pasangan calon dipersilahkan menyanyikan yel-yelnya. Kedua pendukung pasangan calon langsung bernyanyi dengan lantang.

Pendukung Djoss-Eramas Adu Suara, Penyelenggara Debat Hadirkan Dua Sosok Kontroversial Ini
TRIBUN MEDAN/ROYANDI HUTASOIT
Suasana debat kandidat Pilgub Sumut putaran ketiga di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Selasa (19/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Debat Kandidat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara dilaksanakan di Hotel Santika Dyandra dan disiarkan secara live di TV One dan I News TV, Selasa (19/6/2018)

Sebelum memulai debat kandidat, setiap pendukung pasangan calon dipersilahkan menyanyikan yel-yelnya. Kedua pendukung pasangan calon langsung bernyanyi dengan lantang.

Debat kandidat ini turut dihadiri Komisioner Bawaslu dan Komisioner KPUD Sumut, beserta dua orang kontroversial, yaitu warga Ramunia, Open Manurung dan Ustaz Tengku Zulkarnain, dari Alumni 212.

Debat kandidat kali ini, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Sumatera Utara memilih tema tentang hak azasi manusia dan persoalan hukum di Sumatera Utara.

Ketua KPUD Sumut, Mulia Banurea saat menyampaikan kata sambutanya mengajak segenap masyarakat Sumatera Utara untuk bersyukur karena debat kandidat ini bisa berlangsung hari ini.

"Selamat hari Raya Idul Fitri. Debat publik yang ketiga, kami mengambil penegakan hukum dan hak asasi manusia. Untuk mengalihkan potensi yang dihadapi masyarakat Sumatera Utara," ujarnya.

Mulia Banurea pun mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk menjadi pemilih yang cerdas, yaitu mengetahui visi misi pasangan calon.

"Gunakan lah hak pilih kita, setelah mengetahui visi misi. Ini adalah momentum kita untuk bersatu. Ini hanya setiap lima tahun sekali, kita mengunakan hak pilih kita. Kita berdaulat memilih pemimpin kita lima tahun ke depan," ujarnya.

KPUD Kabupaten Kota hingga PPK dan PPS diminta untuk tidak menciderai nama baik KPUD Sumatera Utara sebagai penyelenggara. "Seluruh KPUD Kabupaten Kota, hingga PPK dan PPS. Jangan coreng profesionalitas kita," ujar Mulia.

Mulia juga turut mengingatkan pasangan calon supaya tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan terganggunya Pilgubsu 2018. "Pasangan calon juga tauladan jadilah tauladan sebenarnya bagi masyarakat Sumatera Utara," ujarnya. (ryd/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved