Kapal Tenggelam

6 Fakta Terkini Hasil Pencarian Korban Musibah KM Sinar Bangun dan Nasib Keluarga

Tribun-medan.com, merangkum perkembangan terkini mengenai musibah karamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba

6 Fakta Terkini Hasil Pencarian Korban Musibah KM Sinar Bangun dan Nasib Keluarga
tribunmedan/bobby
Musibah KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Memasuki hari ketiga, pencarian korban musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun belum bisa dikatakan memuaskan.

Mulai dari jumlah korban yang berubah-ubah, belum ditemukannya korban hingga keluarga korban yang berdatangan di posko pun merasa seperti ditelantarkan.

Berikut fakta, yang dirangkum Tribun-medan.com, perkembangan terkini mengenai musibah karamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba:

1. Keluarga korban merasa terlantar

Petugas yang ada di tenda BPBD mengaku siap menampung sementara keluarga korban. Penelusuran Tribun, tidak ada tanda-tanda posko layak bagi keluarga korban.

Lokasi yang disebut untuk penampungan keluarga korban belum terpasang tikar dan tampak masih berantakan.
Lokasi yang disebut untuk penampungan keluarga korban belum terpasang tikar dan tampak masih berantakan. (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)

Kondisi Posko yang disebut menampung keluarga korban itu, terlihat kursi berantakan. Tidak ada tikar terbentang, apalagi sarung atau selimut apalagi kompor untuk memasak.

Ompu Ike Sidabutar dan Ompu Selsi Sidabutar, kakak beradi yang datang dari desanya, Lumban julu Tobasa, contoh keluarga korban yang terlantar.

Oppu Ike Sidabutar dan Oppu Selsi Sidabutar terlantar di teras Posko KM Sinar Bangun
Oppu Ike Sidabutar dan Oppu Selsi Sidabutar terlantar di teras Posko KM Sinar Bangun (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)

Sesekali mereka meminum kopi ke warung sambil menunggu kabar tentang keponakannya bernama Hasiholan Sidabutar. Keduanya duduk di kursi bersimpuh dengan kedua lutut agar dapat mengurangi rasa dingin.

Pendataan jumlah korban KM Sinar Bangun yang hilang tenggelam di perairan Danau Toba menyulitkan petugas. Hal ini terjadi akibat kapal tidak memiliki dokumen muatan (manifes)  data penumpang. 

2. Simpang siur jumlah korban

Halaman
1234
Penulis: Salomo Tarigan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved