Nelayan Tangkap Ikan Berkepala Burung, Ikan Jenis Apa Itu?

"Mulut ikan menyerupai paruh merpati mungkin karena pertumbuhan sel yang rusak,"

Nelayan Tangkap Ikan Berkepala Burung, Ikan Jenis Apa Itu?
tribunmedan
Ikan Berkepala Burung 

Foto Bob Lahi.

TRIBUN-MEDAN.com - "Mulut ikan menyerupai paruh merpati mungkin karena pertumbuhan sel yang rusak," kata Andrew Cossins, ahli fisiologi hewan dari Universitas Liverpool, Inggris, dilansir Live Science, Kamis, (14/6/2018).

"Pembengkakan di kepala yang disebabkan oleh bentuk sistem rangka daerah kepala membuat mulut ikan maju," imbuh Cossins.

Namun Cossins tidak dapat mengidentifikasi secara akurat pemicu pembengkakan hanya berdasarkan foto yang dilihatnya.

Ia menduga ikan ini mengalami mutasi genetik atau korban pencemaran lingkungan dalam bentuk kontaminan kimia yang mengganggu pertumbuhan sel ikan.

"Mungkin ada bahan kimia berbahaya yang masuk ke tubuh ikan saat masih di tahap larva, bahan kimia ini kemudian mengganggu pertumbuhan normal embrio dan merusak bagian kepala saja sedangkan anggota tubuh yang lain tidak terpengaruh," jelasnya.

Menurut Cossins, dalam kasus ini mungkin terjadi gangguan saat tahap pembelahan sel dalam pembentukan struktur kepala, produksi sel berlangsung dengan cepat dan menyebabkan kepala ikan mengembang.

Meski demikian, ini masih dugaan berdasarkan data seadanya. Beberapa ahli menyebut kasus yang dialami ikan mas ini berkaitan dengan pola makan, perubahan suhu, atau terkontaminasi bahan kimia.

"Bisa juga kepala ikan menonjol karena adanya tumor yang tumbuh dengan cepat. Tapi kalau tumor itu aneh, karena bagian yang membengkak hanya di area kepala dan tidak menyebar ke tempat lain," imbuh Cossins.

Baca juga: Hilang Satu Dekade, Hiu Langka Ditemukan di Pasar Ikan India

Cossins percaya, benjolan di kepala ikan mas itu tidak berdampak pada kualitas hidup ikan.

Pasalnya hanya kepala ikan saja yang berbentuk aneh, sementara anggota tubuh lainnya normal.

Kabar baiknya, nelayan memutuskan untuk mengembalikan ikan tersebut ke sungai dan membiarkannya hidup. (*)

Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved