Kapal Tenggelam

Plh Gubernur Sumut Sabrina Tinjau Lokasi Kapal Tenggelam yang Mangangkut Ratusan Penumpang

Meninjau langsung lokasi dan korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba

Plh Gubernur Sumut Sabrina Tinjau Lokasi Kapal Tenggelam yang Mangangkut Ratusan Penumpang
TRIBUN MEDAN/M Andimaz
Hari ketiga pencarian korban, tim gabungan dari Basarnas Spesial Group, TNI AL dan Batalyon Intai Amfibi (Taifib) akan melakukan penyelaman untuk mencari korban. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUNMEDAN.com, MEDAN- Meninjau langsung lokasi dan korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba, Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu)  Hj Sabrina mendatangi dua titik posko di Tigaras, Kabupaten Simalungun dan Simanindo Kabupaten Samosir, Rabu (20/6/2018).

Sabrina melihat langsung kondisi korban yang selamat dari kecelakaan maut, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 18 orang luka dan 104 masih belum ditemukan. 

Data tersebut tercatat di posko setelah sejumlah pihak melaporkan kehilangan sanak keluarga dan kerabatnya kepada petugas setempat, dan kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.

 “Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) saya menyampaikan duka yang mendalam atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun dan berharap tim SAR segera menemukan korban yang masih hilang,” ujar Plh Gubsu Sabrina.

 Dari kejadian ini, Sabrina juga meminta agar semua pihak terkait ikut mendorong kesadaran bersama pentingnya keselamatan penumpang dalam hal pelayaran.

Sebab standarisasi keselamatan seperti pelampung, merupakan keharusan. Tanpa alasan apapun, keamanan harus jadi prioritas.

UPDATE BERITA TERKINI

Baca: Detik-detik Penemuan Jenazah Penumpang KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Lihat Video. .

Baca: Pencarian Hari Ketiga KM Sinar Bangun, Laporan Korban Kehilangan Bertambah Kini Jadi 180 Orang

Baca: Pencarian Hari Ketiga KM Sinar Bangun, Laporan Korban Kehilangan Bertambah Kini Jadi 180 Orang

 

 "Mungkin ke depan kita harus menyadarkan bahwa pelampung itu penting. Kepada pengelola pelayaran juga, harus ada. Terutama kepada penumpang, jangan karena merasa dekat, lantas itu tidak penting. Kalau perlu penumpang meminta dan menuntut. Karena kan kita sudah bayar," ujar Sabrina.

 Menurutnya, selain pembelajaran terhadap standarisasi penyelamatan pelayaran, seluruh pihak juga harus mempelajari bahwa Danau Toba sebagai satu danau terbesar dunia, punya keunikan tersendiri. 

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved