Kapal Tenggelam

JR Saragih Minta Keluarga Menunggu di RSUD Rondahaim agar Mudah Mengenali Jenazah

JR Saragih mengimbau agar keluarga yang masih menunggu kepastian korban KM Sinar Bangun di menunggu di RSUD Rondahaim Pematang Raya.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Bupati Simalungun, JR Saragih 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih kembali datangi Pelabuhan Tigaras, untuk melihat perkembangan terkini mengenai korban KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6/2018) lalu.

JR Saragih menghimbau agar keluarga yang masih menunggu kepastian korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, agar lebih baik menunggu di RSUD Rondahaim Pematang Raya.

"Kami hadir disini untuk membantu, jadi kurasa inang amang semua lebih baik cepat ke RSUD Rondahaim di Pematang Raya saja, karena ada posko kita disana," kata JR Saragih di Pelabuhan Tigaras, Kamis (21/6/2018).

Salah seorang perempuan keluarga korban yang mengenakan songkok, mengatakan bahwa ia siap ke RSUD Rondahaim asalkan jenazah sudah ditemukan.

"Mohon pak biarkan saya disini, saya siap kesana kalau sudah ditemukan korban," kata wanita berkulit sawo matang itu.

JR menjelaskan para keluarga lebih baik menunggu di RSUD Rondahaim, karena semua jenazah akan dibawa kesana. Karena hingga kini masih ada satu jenazah yang belum diketahui identitasnya, karena tidak ada keluarga yang mengecek di rumah sakit tersebut.

Baca: Detik-detik Badai Dahsyat Danau Toba Sehari setelah Ikan Mas Raksasa 14 Kg Ditangkap, Ini Videonya

 

Baca: Status FB Guru Spiritual Viral, Sebut Ikan Mas Raksasa Danau Toba Ditangkap Penyebab Badai Dahsyat

"Makanya aku minta seluruh keluarga pindah ada ke RSUD Rondahaim. Supaya tahu siapa jenazah yang identitasnya belum diketahui itu, karena kita nggak bisa pastikan," katanya.

"Karena keluarga yang bisa tahu, mungkin lihat wajahnya, di cek tanda-tanda giginya, wajahnya, baju yang dipakai, celana, aksesoris, karena bisa jadi sebagian sudah busuk. Karena kalau tanda-tanda saja diberitahukan semua bisa ngaku," ungkap JR.

Lebih lanjut, JR menuturkan bahwa hanya sedikit pihak keluarga korban yang berada di RSUD Rondahaim. Jadi lebih keluarga kesana saja. Karena disediakan makan, minum dan kita berdoa sama-sama.

"Yang jelas lebih baik pihak keluarga ke RSUD Rondahaim, untuk lebih mudah memastikan identitas jenazah," pungkas JR.

(cr9/tribun-medan.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved