Breaking News:

Kedai Tok Awang

Gara-gara Mi Goreng di Kepala Neymar

Jadi rusak semua, bukan cuma kepalanya yang jadi berat, kakinya juga ikut-ikutan jadi berat.

AFP PHOTO/JOE KLAMER
NEYMAR 

"Sekarang, coba kau lihat lagi lebih teliti. Kalau perlu pakai kacamata biar lebih terang. Di antara semua pemain Brasil di pertandingan lawan Swiss, Neymar mendapat nilai paling tinggi. Artinya, dia bermain baik. Hanya saja permainan dia tidak diimbangi oleh pemain-pemain lain. Terutama striker-striker Brasil. Gabriel Jesus enggak kelihatan mainnya. Enggak kayak dia main di City. Masalahnya lagi, sudah tahu mentok, lama kali pulak pelatih Brasil masukkan Firminho."

Sebelum Tok Awang melanjutkan analisisnya, Pace Pae yang sejak tadi menahan omong, buru- buru menyela. "Sa mohon kejelasan ini. Soalnya sa mo telepon Kaka Jontra Polta. Menurut Atok Awang, Brasil lawan Kosta Rika nanti ada harapan kah?"

"Pastilah, Pace," sahut Tok Awang. "Pelatih Brasil pasti sudah belajar dari kesalahannya di pertandingan pertama. Selain pilihan pemain, pilihan strategi juga mesti diperbaiki. Kalau aku yang jadi pelatih, aku lebih pilih Firminho daripada Gabriel Jesus. Selain itu, Coutinho juga harus lebih aktif bergerak, karena dengan begitu, konsentrasi pemain Kosta Rika untuk mengawasi Neymar jadi terpecah. Kalau Neymar leluasa, kujamin, serangan Brasil akan jadi lebih tajam."

"Tapi, Tok, kabar terakhir, Neymar bisa jadi enggak main," kata Pace Pae.

"Oh, iyanya? Kenapa?"

"Kabarnya, karena bolak-balik kena hantam pemain Swiss, cederanya kambuh lagi."

"Begitunya? Mudah-mudahan jangan sampailah, ya. Enggak ada Neymar enggak seru."

Mendengar itu, Jek Buntal tertawa ngakak. Lalu, setelah tawanya surut, setengah berteriak dipanggilnya Ocik Nensi. "Cik, macam mananya Tok Awang ini. Sudah tak seia sekata lagi dia sama Ocik. Masa Ocik suka Ronaldo Tok Awang malah suka Neymar."

Ocik Nensi yang sedang memasak mi instan pesanan pengunjung kedai cepat menyambar. "Sebenarnya Neymar enggak kalah tampan dari Ronaldo. Mainnya juga enggak kalah mantap. Cuma, ya, itu, gara-gara mi goreng di kepalanya, jadi rusak semua. Bukan cuma kepalanya yang jadi berat, kakinya juga ikut-ikutan jadi berat. Saran Ocik, kalau ada di antara kelen yang kenal sama dia, suruh pangkas lagi rambutnya. Bikin yang agak keren gimana gitu, kayak model rambut Ronaldo atau sekalian Leonardo DiCaprio. Ini, kok, aneh-aneh. Mi goreng diletak di kepala."

Jek Buntal dan Pace Pae menyemburkan tawa. Tok Awang pura-pura melayangkan tatap ke televisi yang sejak tadi mengalirkan gambar tanpa suara. Di balik steling, Ocik Nensi memasukkan bumbu ke penggorengan, sambil menyanyikan lagu Konco Mesra, versi Nella Kharisma.(*)

Telah dimuat di Harian Tribun Medan
Jumat, 22 Juni 2018
Halaman 1

Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved