Ramai Soal Kartu Pintar Hemat Energi, Kementrian ESDM: Ilegal Beresiko Tindak Pidana

Belakangan ramai di media sosial tentang produk Xtra Card atau kartu hemat energi yang disebut bisa menghemat listrik

Ramai Soal Kartu Pintar Hemat Energi, Kementrian ESDM: Ilegal Beresiko Tindak Pidana
Xtra Card(setkab.go.id) 

TRIBUN-MEDAN.com - Belakangan ramai di media sosial tentang produk Xtra Card atau kartu hemat energi yang disebut bisa menghemat penggunaan listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga elpiji.

Informasi mengenai produk tersebut diunggah di Facebook pada Senin (18/6/2018) lalu.

Pemilik akun mengklaim dengan kartu seharga Rp 400.000 itu bisa menghemat daya listrik, BBM, hingga penggunaan elpiji sampai 30 persen untuk jangka waktu 3 sampai 5 tahun.

Akun tersebut juga menyertakan cara pemesanan kartu lengkap dengan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) mengungkapkan pemerintah tidak pernah merekomendasikan penggunaan kartu tersebut.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng bahkan menyebut kartu hemat energi itu termasuk perbuatan ilegal yang melanggar hukum.

"Penerbitan Xtra Card bukan rekomendasi dari pemerintah maupun Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan tergolong perbuatan ilegal yang berisiko pada tindak pidana," kata Andy seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Jumat (22/6/2018).

Andy mengimbau masyarakat mewaspadai penjualan apapun yang mengatasnamakan pemerintah, PLN, atau pihak terkait lainnya. Jika ada tindakan yang merugikan, dia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan hal tersebut kepada aparat berwenang untuk diproses lebih lanjut.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved