Kapal Tenggelam

Keluarga Affandi Salat Gaib dan Berdoa Agar Memudahkan Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Affandi bersama kesembilan temannya berangkat dari Medan menggunakan sepeda motor pada Jumat (15/6/2018) malam.

Keluarga Affandi Salat Gaib dan Berdoa Agar Memudahkan Pencarian Korban KM Sinar Bangun
IST
Syafrizal orang tua dari korban yang bernama Affandi, menunggu di posko tim SAR, Minggu (24/6/2018).

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Masih belum jelas nasib seratusan korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba meski sudah memasuki hari ketujuh.

Jimmy Sidauruk (kanan) sedang mempersiapkan peralatan untuk mencari para korban
Jimmy Sidauruk (kanan) sedang mempersiapkan peralatan untuk mencari para korban (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)

Peristiwa nahas tersebut sebelumnya terjadi di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) sekitar pukul 15.30 WIB, lalu.

Seperti keluarga Affandi yang tetap menanti kabar anaknya tersebut di dermaga Tigaras, Minggu (24/6/2018).

Syafrizal orang tua dari Affandi mengatakan, lebih baik menunggu di Tigaras, dari pada menunggu di rumah.

Baca: Korban Selamat Ungkap Ada yang Berjudi, Tarik-menarik ke Permukaan Air hingga Kejamnya Kapal Feri

Baca: Posisi KM Sinar Bangun yang Tenggelam Ditemukan pada Kedalaman 450 Meter, Ini Titik Koordinatnya

Baca: Penyelam Rekam Kondisi Dasar Danau Toba, Lihat Videonya. .

"Saya memutuskan untuk menunggu di sini, agar apapun informasi yang saya terima bisa dengan cepat, tidak harus menunggu lagi. Meski hingga hari ke tujuh pencarian, Affandi dan para korban lain belum ditemukan," ujarnya melalui seluler kepada Tribun Medan.

Tidak hanya menunggu kabar di dermaga Tigaras, sambung Syafrizal, keluarga juga sudah melakukan salat gaib dan mendoakan agar tim SAR yang bertugas bisa dengan segera menemukan korban.

"Kami sudah melaksanakan salat gaib dan apapun hasilnya, masih menunggu. Kami ikhlas bagaimana pun keadaan Affandi," sambungnya.

Meski masih dalam pencarian oleh tim SAR, hingga kini keluarga para korban masih memadati lokasi di dermaga Tigaras.

Diketahui, Affandi berangkat bersama sembilan temannya menuju Prapat dan hendak pulang melalui penyeberangan ke Tigaras.

Affandi bersama kesembilan temannya berangkat dari Medan menggunakan sepeda motor pada Jumat (15/6/2018) malam.

Baca: Mengejutkan Respon Ustaz Abdul Somad saat Diejek dengan Kata-kata Kotor, Hingga Pelaku Ditangkap

Baca: Usai Kampanye Terakhir, Edy Rahmayadi Langsung Jenguk Ustaz Abdul Latif Khan

Baca: Sihar Sitorus Ungkap Betapa Cintanya Djarot Membangun Sumut kepada Tokoh Masyarakat Asahan

Sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi, Affandi menelpon ibundanya sekitar pukul 17.00 WIB, sebelum KM Sinar Bangun berangkat menuju Tigaras.

Ganefo Aryati ibunda Affandi mengatakan, sebelum kejadian itu, Affandi menelepon.

"Sebelumnya saya coba nelepon tapi tidak diangkatnya. Sekitar pukul 17.00 WIB, ia menelepon saya, ada apa Mak, katanya. Saya bilang anak mu ini sakit demam. Ia menjawab ini mau menyeberang dan pulang," ujar wanita bertubuh gempal, saat ditemui Tribun Medan dikediamannya pada Selasa (19/6/2018) lalu.

(cr3/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved