Kapal Tenggelam

Kisah Perjuangan dan Kesaksian Suka Duka 5 Korban Selamat Kapal Karam di Perairan Danau Toba

Lantas bagaimana kesaksian para korban kapal karam yang selamat. Berikut kisah suka duka mereka.

Facebook
KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras. (Facebook) 

"Aku duduk di lantai depan kapal. Saat masih di dermaga, enggak begitu nampak ombaknya. Mungkin karena terhalang oleh pulau-pulau kecil yang ada di sebelah barat dermaga," kenangnya.

Menurutnya, nakhoda KM Sinar Bangun berupaya mengatasi situasi itu dengan mengemudikan kapal ke kiri. Berupaya menjauhi garis lurus rute Simanindo - Tigaras.

Setelah agak jauh kemudian banting kemudi lagi ke kanan.

Dengan strategi itu, kapal tinggal mengikuti arus ombak untuk bisa sampai ke Tigaras.

"Kan kapal jadi membelakangi ombak. Jadi, tinggal ikut-ikut aja kayak gini," ujar Dino sembari memeragakan gerakan kapal maju sambil berayun ke depan dan ke belakang menggunakan remote TV yang  berada di dekatnya.

Dino Simson Aritonang (34) bersama istrinya Ita br Turnip saat ditemui di Desa Simanindo
Dino Simson Aritonang (34) bersama istrinya Ita br Turnip saat ditemui di Desa Simanindo (Tribun MEDAN/DOHU LASE)

Ia tak ingat lagi entah berapa kali kapal terayun-ayun lalu terbalik ke kanan, sebab kejadian itu begitu cepat.

Saking cepatnya, sampai-sampai pria tiga anak ini tak sempat berdiri dan melompat saat ombak secara mendadak dan cepat membalikkan kapal. Ia ikut terbalik bersama kapal.

Karena mahir berenang dan menyelam, Dino akhirnya mampu meloloskan diri dari bawah kapal yang sudah dalam posisi telungkup, lalu menyelam, dan berenang menjauhi kapal untuk menghindari penumpang tenggelam lain yang mungkin bakal menariknya.

 

Setelah muncul ke permukaan air, ia secara jelas melihat kapal sudah telungkup.

"Sempat juga saya berenang mendekati kapal. Takut tenggelam kelelahan. Saya berpegangan di kapal ambil napas sebentar. Lalu kapal sedikit demi sedikit tenggelam. Ada beberapa menitlah durasinya itu," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Randy P.F Hutagaol
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved