Breaking News:

Kapal Tenggelam

Terungkap, Bangkai Kapal Sinar Bangun Ditemukan di Kedalaman 450 Meter, Bagaimana 184 Korbannya?

"Bangkai kapal didapati tenggelam pada kedalaman 450 meter. Dengan koordinat 2 deg 47’ 3,835 N 98 deg 46’ 10,767 E,” kata Arie.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Tribun Medan/Dohu Lase
Pasukan Taifib bersiap bertolak dari dermaga Pelabuhan Tigaras untuk menyisir perairan Danau Toba, mencari korban hilang penumpang KM Sinar Bangun, Rabu (20/6/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, TIGARAS - Kabar baik. Setelah sepekan penantian, Tim survei Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - Ikatan Alumni ITB akhirnya berhasil menemukan lokasi bangkai Kapal Motor Sinar Bangun, yang karam di Danau Toba pada Senin (18/6/2018) sore.

Tim yang dipimpin langsung Kepala Basarnas serta disaksikan Menteri Sosial Bapak Idrus Marham, telah menemukan dan mengidentifikasi posisi kapal Sinar Bangun, Minggu (24/6/2018) sekitar pukul 11:12 WIB.

Mahakarya Geo Survey IAITB, Henky Suharto menyebut KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2 deg 47’ 3,835 N dan 98 deg 46’ 10,767 E, dengan kedalaman mencapai 450 meter.

Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo membenarkan sudah ditemukan titik koordinat dimana KM Sinar Bangun tenggelam.

"Kapal itu berada pada kedalaman 450 meter," kata Arie, Minggu (24/6/2018).

Baca: Kisah Perjuangan dan Kesaksian Suka Duka 5 Korban Selamat Kapal Karam di Perairan Danau Toba

"Bangkai kapal didapati tenggelam pada kedalaman 450 meter. Dengan koordinat 2 deg 47’ 3,835 N
98 deg 46’ 10,767 E,” jelas Arie.

Bagaimana kondisi para korban?

Tribun-Medan.com, belum mnedapat informasi terkini.

Perlu diketahui, dari 206 orang anak buah kapal dan penumpang, sebanyak 22 korban sudah ditemukan, 19 di antaranya selamat, termasuk Nakhoda kapal. Sejauh ini baru tiga korban meninggal dunia yang semuanya perempuan, yang ditemukan.

Hingga kini masih ada 184 korban KM Sinar Bangun yang masih hilang dalam tragedi tenggelam di perairan Danau Toba dan Tim Basarnas Gabungan masih terus lakukan penyisiran, untuk temukan bangkai kapal tersebut.

KEPALA BASARNAS SEBUT POSISI KAPAL ARAH BARAT TIGARAS

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi yang ikut membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Minggu (24/6/2018), sekitar pukul 16.00 WIB turun ke Pelabuhan Tigaras, Simalungun.

Syaugi mengatakan bahwa ia dan tim Basarnas baru mendarat di Pelabuhan Tigaras, setelah melakukan pencarian sejak pagi. Mulai dari terang, panas, hujan sampai nggak hujan.

"Kita sudah melaksanakan alat-alat yang sudah dipunyai, seperti Multibeam Side Scan Sonar dibantu dengan alat lain ROV," kata Syaugi, Minggu (24/6/2018).

"Ada indikasi, kita menemukan objek di kedalaman 490 meter. Kalau dari Pelabuhan Tigaras arah barat daya. Pertama kali titik koordinat barat daya kurang lebih 3 kilometer. Kita melihat indikasi ada dua tempat di jarak 2,5 kilometer dan 2 kilometer dari Pelabuhan Tigaras," ungkap Syaugi.

Lebih lanjut, Syaugi menjelaskan bahwa saat ini tim gabungan Basarnas sedang proses dan mencari tahu apa yang ada di dalam. Betul tidak KM Sinar Bangun atau apa belum bisa dipastikan, karena belum dapat kepastian detail.

"Tapi kita sudah kasih tanda pakai jangkar, nanti selanjutnya kita teruskan setelah hasil analisa dan diskusi," katanya.

"Yang jelas kita belum bisa pastikan objek yang ditemukan KM Sinar Bangun. Indikasi ada objek yang membedakan dengan dasar laut," ujarnya.

7 Kejadian

Tenggelamnya KM Sinar Bangun bukan kejadian pertama yang timbulkan korban jiwa di Danau Toba.

Sejarah mencatat kalau KM Sinar Bangun lah yang mengambil korban paling banyak. Jika benar 184 penumpang hilang tak kembali lagi, maka insiden ini menjadi yang terburuk sepanjang masa transportasi di perairan Danau Toba.

Tragedi KM Sinar Bangun hanya jadi deretan kelalaian manusia karena abai akan keselamatan penumpang. Tidak ada manifest dan tidak ada fasilitas alat kelengkapan keselamatan di dalam kapal.

Kejadian ini terus berulang, tidak ada perhatian khusus pemerintah untuk memperhatikan faktor keselamatan bagi penumpang.

Retribusi terus dikutip, namun tidak ada alokasi anggaran untuk memastikan keselamatan bagi penumpang.

Insiden tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba begitu menjadi sorotan publik Tanah Air.

Bagaimana tidak, akibat kejadian ini banyak penumpang kapal dinyatakan hilang. Beberapa di antaranya berhasil diselamatkan, namun ada pula yang meninggal dunia.

Proses pencarian korban hilang dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba
Proses pencarian korban hilang dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba (AP)

Hingga saat ini, belum diketahui total penumpang yang diangkut KM Sinar Bangun. Namun diperkirakan lebih dari 200 orang penumpang.

Berdasarkan penuturan seorang penumpang selamat, Sendri Sianturi, KM Sinar Bangun begitu dipadati penumpang saat berlayar.

Menurut perkiraannya, sebanyak 100 sepeda motor juga ada di atas kapal nahas tersebut.

"Banyak kali penumpang semalam. Ada seratus kereta (sepeda motor)," ujarnya, Senin (18/6/2018) malam.

Melansir dari Tribun Medan, setidaknya sudah ada 150 keluarga yang melapor ke posko pengaduan.

"Hingga kini sudah ada 150 orang keluarga yang melaporkan kehilangan keluarganya dalam tragedi tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun," kata Kasiops Kantor SAR Medan M Agus Wibisono, Selasa (19/6/2018).

"Tapi yang jelas, yang real masih 128 orang tadi. Sisanya hingga 150 orang yang melapor ini, masih terus kita selidiki," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Simalungun JR Saragih menjelaskan, penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun bukan hanya disebabkan cuaca buruk.

Kelebihan muatan di KM Sinar Bangun diyakini sebagai penyebab utama.

JR Saragih mengatakan kelebihan muatan kapal yang terjadi bukanlah dari Kabupaten Simalungun. Tetapi, dari Kabupaten Samosir.

"Ini yang membuat over kapasitas bukan dari Simalungun tetapi dari Samosir. Kalau sempat tadi di Simalungun udah kutindak Kadis Perhubungannya," ujarnya.

Insiden tenggelamnya kapal di perairan Danau Toba bukan terjadi kali ini saja.

1. Tahun 1955
Dua kapal motor saling bertabrakan di tengah danau 55 orang tewas

2. 1986
Kapal Motor membawa sebagian besar pelajar, 4 orang tewas

3. 1987
Kapal motor tenggelam di tengah danau toba, 23 orang tewas

4. 1997
KM Pedatari, melebihi kapasitas muatan 200 orang, 70 orang tewas tenggelam

5. 2013
KM Yola vs Feri Tao Toba I, tabrakan di tengah danau hilang 4 orang

6. 2016
Kapal motor, tabrakan di tengah danau luka parah 2 orang

7. 2018
KM Sinar Bangun tenggelam di tengah danau akibat melebih kapasitas bawa penumpang lebih dari 200 orang, hilang 178 orang.

Foto Janriaman Garingging.

(cr9/tribun-medan.com)

UPDATE BERITA LAINNYA

Baca: Terbukti Ucapan Guru Spiritual Ida Damanik, Posisi KM Sinar Bangun Ditemukan di Kedalaman 450 Meter

Baca: Paranormal Ini Sebut Korban KM Sinar Bangun Bakal Ditemukan Paling Lama Dua Hari Lagi

Baca: Terungkap, Bangkai Kapal Sinar Bangun Ditemukan di Kedalaman 450 Meter, Bagaimana 184 Korbannya?

Baca: Kesaksian Penyelam Profesional Final Sinaga: Pencarian Korban Sinar Bangun Susah Kali, Gelap, Dingin

Baca: Penasaran Video Panas Mirip Aura Kasih, Mbah Mijan Blak-blakan hingga 5 Fakta Terkuak

 

Helikopter Basarnas HR 3604, tiba di Danau Toba untuk membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu, yang diduga menelan seratusan korban jiwa.
Helikopter Basarnas HR 3604, tiba di Danau Toba untuk membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu, yang diduga menelan seratusan korban jiwa. (Tribun-Medan.com/M Andimaz Kahfi)

Baca: Tangisan Hotman Paris Melihat Korban Kapal Tenggelam Tanpa Pertolongan, Cabut Izin Kaptennya

Baca: Begini Sosok Kapten yang Tega Biarkan Korban KM Sinar Bangun, Kata Biadap dari Hotman Paris

Baca: Mayat dari KM Ramos Cepat Ditemukan, Kenapa 184 Korban KM Sinar Bangun Masih Hilang?

Baca: Sejarah Catat Tragedi KM Sinar Bangun Paling Kelam 184 Orang Korban Hilang, Ini Buktinya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved