Basarnas Belum Temukan Ide Cara Menarik KM Sinar Bangun di Kedalaman 450 Meter

Setelah mendeteksi dua objek di Danau Toba 2 kilometer arah Barat Daya dari lokasi jatuhnya KM Sinar Bangun

Basarnas Belum Temukan Ide Cara Menarik KM Sinar Bangun di Kedalaman 450 Meter
TRIBUN MEDAN/HO
Tim Basarnas menemukan posisi KM Sinar Bangun pada kedalaman 450 meter 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah mendeteksi dua objek di Danau Tobaberjarak 2,5 kilometer dan 2 kilometer arah Barat Daya dari lokasi jatuhnya KM Sinar Bangun, tim khusus dari Basarnas masih terus bekerja menganalisa objek dimaksud.

Hal itu disampaikan Kepala Basarnas M Syaugi kepada sejumlah wartawan di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Senin (25/6/2018).

Menurut dia, tim khusus tersebut masih berada di tengah danau guna menganalisa dua objek dimaksud, apakah merupakan bangkai KM Sinar Bangun atau kapal lain yang pernah jatuh di Danau Toba.

"Ada tim khusus masih bekerja di danau guna menganalisa objek dimaksud," terangnya.

Dikatakannya, jika benar nanti objek itu benar merupakan KM Sinar Bangun yang tenggelam di kedalam 450 meter, maka akan ditindaklanjuti bagaimana menarik kapal dari danau atau jika Basarnas tak mampu akan meminta bantuan semua pihak termasuk masyarakat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi
Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi (tribun medan/dimaz)

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan menyebutkan, tak kurang 70 petugas turun ke lokasi melakukan proses analisa objek yang ditemukan di dua titik yakni di kilometer 2, 5 kilometer dan 2 kilometer arah Barat Daya dari lokasi jatuhnya KM Sinar Bangun.

Para petugas itu dibantu sebanyak 9 kapal motor milik warga bekerja sejak Senin (25/6/2018) pagi pukul 07.00 WIB hingga sore pukul 18.00 WIB. 

"Para petugas bekerja, mulai dari menentukan titik pencarian, memasang alat, dan ada juga yang mengawasi lokasi pencarian serta dibantu kapal milik warga," terangnya. 

Objek Belum Tentu KM Sinar Bangun

Dia juga meyakinkan bahwa dua objek yang berhasil dideteksi oleh multi beam sonar tersebut, belum dapat dipastikan sebagai bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam sejak Senin (18/6/2018) petang, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Dalam keterangan kepada sejumlah wartawan, Minggu (24/6/2018), Kepala Basarnas, M Syaugi menyebut, dua titik itu sudah diberi tanda dengan jangkar untuk kemudian nanti akan pihaknya tindak lanjuti.

"Ini akan dianalisa oleh ahlinya, agar jelas apa objek dimaksud dan belum bisa dipastikan kapal Sinar Bangun," terangnya.

Sebelumnya, Dirut Badan Pengelola Otorita Danau Toba, Arie Prasetyo, melalui rilisnya menyebut pada Minggu (24/6/2018) sekitar pukul 11.12 WIB.

Tim survei Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - Ikatan Alumni ITB yang dipimpin Kepala Basarnas M Syaugi dan disaksikan Menteri Sosial Idrus Marham, telah menemukan dan mengidentifikasi posisi KM Sinar Bangun di koordinat 2 deg 47’ 3.835 N 98 deg 46’ 10.767 E dengan kedalaman 450 meter.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved