Breaking News:

Kedai Tok Awang

Kayak Mercedes Pakai Minyak Campur

Skuat Jerman yang bagus akan jadi juara dunia, yang tidak bagus masuk final.Bagaimana skuat yang gagal masuk final?

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP PHOTO/ODD ANDERSEN
PELATIH tim nasional Jerman, Joachim Loew bersama Toni Kroos usai laga kontra Swedia, 24 Juni 2018. 

"Jadi?"

"Dari 1978 ke 2018 juga 40 tahun."

Pak Udo melibaskan tangan. "Ah, tak ada lah itu, Pak Guru. Cumak kebetulan ajanya itu."

"Iya, saya pun sebenarnya enggak serius-serius kalinya. Tapi, Pak Udo, bagaimanapun harus diakui juga kalau Jerman ini memang bermasalah."

"Apa masalahnya?"

"Nah, itulah masalahnya. Kayaknya pelatih Jerman itu, Si Loew, enggak tahu di mana letak masalah timnya. Mungkin ini juga yang membuat dia mendengarkan omongan pemain-pemain legenda Jerman."

PEMAIN tim nasional Jerman, Mesut Oezil dalam sesi latihan jelang laga kontra Korea Selatan.
PEMAIN tim nasional Jerman, Mesut Oezil dalam sesi latihan jelang laga kontra Korea Selatan. (AFP PHOTO/NELSON ALMEIDA)

Pascakekalahan Jerman dari Meksiko, sejumlah pemain Jerman bersuara keras. Terutama Lothar Matthaus dan Mario Basler. Mereka mengkritik pilihan pemain Joachim Loew untuk mengisi komposisi di lini tengah. Terutama menyangkut Mesut Oezil. Menurut mereka, Oezil sudah tidak memiliki semangat untuk menang dan patut didepak dari starting eleven.

Loew kemudian menuruti desakan itu. Melawan Jerman, dia menukar Oezil dengan Marco Reus, dan Reus, memang menjadikan permainan Jerman lebih tajam. Masalahnya, walau tajam, laju mesin Mercedes Jerman tetap saja tersendat-sendat. Jerman harus menunggu sampai menit 95 untuk memastikan kemenangan.

"Jerman sekarang punya Timo Werner. Pemain kencang dan jago sprint. Jarang ada pemain kayak gini di Jerman. Ibarat mesin, dia mesin turbo. Kalok Mercedes dengan mesin turbo bisa dibayangkan lah itu, kan, kencangnya. Tapi dua pertandingan, Si Timo ini bisanya cumak lari-lari enggak jelas," ucap Zainuddin.

"Mesin turbo pun kalau cuma pakek minyak campur percuma aja," sahut Jek Buntal. "Iya, kan, Pak Udo? Harus diganti lah. Harus pakai bahan bakar yang bagus. Jangan pulak pakai bensin subsidi."

Ocik Nensi yang baru kembali dari pasar langsung nyeletuk. "Kenapa bensin subsidi? Sudah pulak mau naik lagi? Ini semua gara-gara Jokowi."(t agus khaidir)

Telah dimuat di Harian Tribun Medan
Rabu, 27 Juni 2018
Halaman 1

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved