Pemilik Toko Budiman Jaya Sebut Marni Diduga Meninggal Karena Hal Ini 

Kejadian tersebut serontak membuat warga lingkungan Sukaramai memadati lokasi.Puluhan warga terus berdesak-desakan untuk melihat jenazah.

Pemilik Toko Budiman Jaya Sebut Marni Diduga Meninggal Karena Hal Ini 
Tribun Medan / M Fadli
Marni (22) ditemukan tewas usai tersengat listrik saat menyusun kotak obat di Toko Obat Budiman Jaya Jalan AR Hakim Medan, Kamis (28/6/2018). 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Marni (22) ditemukan terbujur kaku di lantai keramik, dalam toko obat Budiman Jaya Jalan AR Hakim Medan, Kamis (28/6/2018).

Kejadian tersebut serontak membuat warga lingkungan Sukaramai memadati lokasi. Puluhan warga terus berdesak-desakan untuk dapat melihat apa yang terjadi.

Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya Marni, karyawan toko obat tersebut.

Pemilik Toko Obat Budiman Jaya, Sofyan (48) mengatakan, awalnya mencari keberadaan Marni, karena tidak nampak dari tadi.

"Jadi saya cari-cari keberadaan Marni, sampai ke belakang toko yang merupakan tempat tinggalnya, namun tidak jumpa. Begitu cari di dalam toko, ia ditemukan tergeletak di lantai belakang kulkas. Saya tidak berani memegangnya, kemudian langsung ambil langkah untuk telpon polisi Sektor Medan Area," ujarnya, Kamis (26/6/2018).

Lanjut Sofyan, tidak berani ambil resiko langsung menghubungi pihak kepolisian dan kepala lingkungan.

"Saya telpon polisi, Kepling, karena takut juga. Untuk dilantai ada sedikit genangan air. Diduga ia tewas tersengat listrik dari belakang kulkas," sambungnya.

Baca: BREAKING NEWS: Diduga Tersengat Listrik, Pelayanan Toko Meninggal Dunia saat Menyusun Obat

Baca: Diduga Sakit, Nugroho Meninggal di SPBU, Sempat Minta Air dan Menunggu Tukang Pijat

 

Sementara, tidak hanya warga setempat yang ingin mengetahui apa yang terjadi. Beberapa pengendara juga berhenti dan mencoba masuk dikerumunan warga.

Terdengar jerit histeris dari dalam toko, suara seorang laki-laki yang menurut keterangan teman-teman kerja korban, adalah abang kandungnya.

Informasi yang dihimpun, korban kurang lebih sudah tiga tahun bekerja sebagai karyawan di toko obat tersebut. Ia merupakan warga dari Nias.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved