Pilkada Serentak

Kantor KPUD Taput Diduduki Massa, Kapolda Sebut Bukan Keributan Melainkan Unjuk Rasa

Polda Sumut,langsung memperketat penjagaan dengan menurunkan personel untuk melakukan pengamanan di sana (KPU Taput)

Kantor KPUD Taput Diduduki Massa, Kapolda Sebut Bukan Keributan Melainkan Unjuk Rasa
TRIBUN MEDAN / HO
Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw memeriksa ruangan tahanan di Polda dan jajaran, Kamis (10/5/2018). 

Perlu ditekankan, ini bukan keributan melainkan demonstrasi untuk menyampaikan pendapat.

"Kalau keributan langsung bikin rusuh,"ujar pria dengan bintang dua dipundaknya ini.

Baca: Ribuan Pendukung JTP- Fren Geruduk Kantor DPRD Taput, Minta Pemilihan Dibatalkan

Baca: Hasil Pilkada Taput: Nikson Sarlandy Unggul 46,12 Persen, Taripar-Frengky 40,74 Persen

Baca: Mayat Anak Kecil di Dasar Danau Mirip Dika Asal Binjai, Jenazah Ibunya Sudah Dimakamkan

Baca: Abang Kandung Yakin Jasad Anak Kecil yang Terekam ROV Adiknya, Ryan: Itu Jaket Mamak yang Beli 

 Baca: Jasad Dika Terekam Alat ROV di Dasar Danau Toba, Keluarga Yakini Ciri-ciri Pas Saat Pergi Lebaran

Sebelumnya, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 persis di daerah Taput tercoreng. Hal itu karena kantor KPUD Tapanuli Utara (Taput) dipadati masyarakat.

Massa menyebut ada kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan bupati. Mereka kemudian menggeruduk kantor KPU dan membuat kerusuhan.

Massa masuk ke dalam kantor. Sejumlah fasilitas milik KPU dirusak. Sayangnya, polisi yang berada di sana agaknya tidak berbuat banyak atas kondisi itu.

"Kenapa massa bisa masuk ke KPU, ke ruangan ruangan. Melakukan pengrusakan, kok gak ada tindakan. Padahal ada polisi di sana. Harusnya bisa bertindak tegas. Pak kapolda harus bisa menjelaskan ke masyarakat luas," kata Iskandar Zulkarnaen, Komisioner KPU Sumut, Kamis (28/6/2018).

Kronologis awal kerusuhan itu lantaran ada isu liar yang beredar soal kecurangan pelaksanaan Pilbup. Saat penyerahan kotak suara dari tingkat KPPS ke PPK ada dugaan kecurangan di formulir C1. Sehingga kotak suara dibuka kembali meski sudah disegel.

Kotak itu dibuka karena formulir c1 yang berhologram belum dimasukkan ke dalam kotak bersama data rekapitulasi perolehan suara.

"Tiba-tiba isu itu beredar menjadi sebuah tudingan kecurangan. Dan tiba-tiba massa langsung datang dan menggeruduk kantor KPU Tapanuli Utara. C1 nya diambil dan dokumen-dokumen lainnya dirusak," ujarnya.

Soal kerusuhan itu sudah dilaporkan ke Polda Sumut. Iskandar meminta ada jaminan dari Kapolda atas anggota KPU yang berada di sana.

"Kami meminta jaminan keselamatan rekan kami di KPU Taput," pungkasnya.

(Akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved