Breaking News:

Kapal Tenggelam

KM Sinar Bangun Tenggelam di Kaldera Haranggaol, Titik Terdalam Danau Toba

Besarnya material yang dimuntahkan menghasilkan Kaldera Toba, erupsi ini terkenal dengan sebutan Super Volcano.

Editor: Tariden Turnip
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Keluarga Marsudi menggelar ritual "Kembang Mayang" doa bersama di Tigaras, Simalungun, Jumat (29/6/2018) agar pencarian korban terkhusus putrinya dimudahkan. 

"Kalau siang normalnya segitu. Cuaca panas ataupun dingin di permukaan danau tidak akan terlalu mempengaruhi suhu di bagian dalam perairan. Di kedalaman 100 meter itu saja suhu sudah mirip dasar, kalau malam kemungkinan lebih tinggi lagi," kata Agita. 

Terkait arus di bawah perairan Danau Toba, kata Agita, jika arus berada di bawah 100 meter, arus sudah dalam kondisi tenang. Namun, lain halnya jika arus air berada di atas 100 meter. Menurutnya, arus akan cukup besar karena dipengaruhi oleh penetrasi dari matahari.

Sedangkan kontur dasar perairan Danau Toba sehingga menyulitkan tim evakuasi menyelamatkan korban KM Sinar Bangun, Agita menjelaskan bahwa kontur dasar Danau Toba tempat jatuhnya KM Sinar Bangun tergolong stabil, meski kontur dasar di sekitarnya sangatlah curam.

"Bisa kita lihat dari sekeliling danau, danau ini dikelilingi oleh dataran curam, jadi ya kurang lebih dasar Danau Toba sama. Tapi, kapal itu jatuh sudah sampai ke bagian yang relatif datar. Kapal sudah stabil berada di situ, dia enggak akan pindah-pindah lagi, maksudnya kondisinya tenang," kata Agita menjelaskan.

Agita menjelaskan, KM Sinar Bangun sempat terbawa ombak sampai di kedalaman 60 meter. Meski arus hanya bergerak dengan kecepatan 2 cm perdetik, namun dengan massa air berjumlah hingga megaton, akan berdampak pada bergeraknya obyek yang terbawa arus.

"Dia (KM Sinar Bangun) jatuhnya pun enggak terlalu dekat dengan posisi saat dia terbalik pertama kali, kayaknya lebih dari 1 km dari posisi perahu terbalik," kata Agita.

Hal ini terjadi, kata Agita, karena adanya perbedaan gelombang baik di permukaan dan di kedalaman. Menurutnya, gelombang air di permukaan dengan gelombang air di kedalaman mulai 2 hingga 3 meter sudah berbeda.

"Ketika angin tinggi, gelombang tinggi dan bagian atas kapal tertiup angin, sedangkan di bagian bawah kapal terbawa oleh gelombang, sehingga kapal akan sangat mudah terbalik kemudian airnya masuk ke relung kapal, dan akhirnya kapal di bawah pengaruh arus," kata Agita.

Basarnas masih mencari cara mengangkat jasad korban yang ada di dasar danau.

Para keluarga korban menggantungkan harapannya kepada tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi. Beberapa di antara mereka tak beranjak dari hari pertama pencarian, menunggu anak dan sanak keluarganya pulang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli: KM Sinar Bangun Karam di Wilayah Terdalam Danau Toba" 
Penulis : Kontributor Medan, Mei Leandha

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved